Page 28 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 FEBRUARI 2020
P. 28
Title THR BAGI KARYAWATI YANG CUTI MELAHIRKAN, BAGAIMANA ATURANNYA?
Media Name indopos.co.id
Pub. Date 18 Februari 2020
https://indopos.co.id/read/2020/02/18/221553/thr-bagi-karyawati-yang-c uti-
Page/URL
melahirkan-bagaimana-aturannya/
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Pada saat bulan Ramadhan, perusahaan biasanya disibukkan dengan perhitungan
Tunjangan Hari Raya (THR) untuk karyawannya. Tunjangan ini adalah salah satu jenis
tunjangan yang kehadirannya cukup dinantikan oleh hampir setiap karyawan, terutama
yang beragama Islam. THR merupakan singkatan dari Tunjangan Hari Raya, THR menjadi
kewajiban bagi perusahaan kepada karyawannya. Dalam hal ini, HRD memiliki peran
penting ketika mereka harus melakukan persiapan pembayaran THR yang adil dan merata
untuk semua karyawan. THR merupakan pendapatan non-upah yang wajib dibayarkan
pengusaha kepada karyawan menjelang hari raya keagamaan. Oleh karena itu, THR
merupakan hak karyawan yang tidak terkait dengan kehadiran, prestasi maupun kinerja.
Ketentuan THR sesuai Depnaker
Menurut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6 Tahun 2016 tentang THR, perusahaan
wajib membayar THR maksimal H-7 dari Hari Raya. Pemerintah sendiri mengimbau
perusahaan agar membayarkan THR lebih awal atau setidaknya dua minggu sebelum
lebaran.
Sesuai dengan Peraturan Menteri tersebut, ketentuan THR bagi karyawan diatur sebagai
berikut:
Pengusaha wajib memberikan THR Keagamaan kepada pekerja/buruh yang telah memiliki
masa kerja 1 (satu) bulan secara terus-menerus atau lebih;
THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan
pengusaha berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) atau Perjanjian
Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
Umumnya THR diberikan kepada karyawan sekali dalam satu tahun, yaitu pada Hari Raya
Idul Fitri, mengikuti mayoritas karyawan. Hal ini tentu akan memudahkan perhitungan dan
pembayaran THR. Namun, jika perusahaan bermaksud memberikan Tunjangan Hari Raya
sesuai dengan hari besar agama karyawan masing-masing, hal ini juga diperbolehkan
selama perusahaan mengikuti ketentuan perhitungan THR. Dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 78 Tahun 2015 menyebutkan tentang lima hari besar agama, yaitu: Hari Raya Idul
Fitri, Natal, Nyepi, Waisak dan Imlek.
Hal lain yang mendasar dan perlu diperhatikan yaitu THR wajib diberikan dalam bentuk
uang, dalam mata uang rupiah. Beberapa perusahaan memang memberikan kado lebaran
berupa parcel makanan atau alat ibadah kepada karyawannya. Memberikan hadiah boleh-
Page 27 of 124.

