Page 31 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 FEBRUARI 2020
P. 31

Title          OMNIBUS LAW UNTUK CIPTAKAN LAPANGAN KERJA BARU
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      18 Februari 2020
                              https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/20/02/18/q5vn7341 5-omnibus-
               Page/URL
                              law-untuk-ciptakan-lapangan-kerja-baru
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) secara umum memberikan dampak
               positif bagi sektor perekonomian Tanah Air. Pengamat perpajakan Yustinus
               Prastowo mengatakan, idealnya, RUU yang mencakup revisi 79 undang-undang dan
               terdiri atas 1.244 pasal ini, diharapkan bisa menarik investor untuk lebih tertarik
               masuk ke Indonesia sehingga bisa meningkatkan lapangan kerja baru.


               "Semua pihak terkait harus bisa duduk bersama, guna mencari solusi dan titik
               tengah yang bisa menyeimbangkan antara kepentingan investasi dan dunia usaha,"
               katanya, Selasa 18 Februari 2020.

               Terkait sejumlah kritik atas draf RUU itu, Yustinus mengatakan, tidak semua
               subtansi dalam RUU ini merugikan buruh. Masalahnya, ketertutupan pemerintah
               dalam menginformasikan rancangan dan kurang melibatkan pemangku kebijakan
               yang diatur dalam perumusan RUU itu bisa menimbulkan salah kaprah.

               "Misalnya saja pengaturan mengenai pemberian pesangon yang sempat disinyalir
               bakal dihapuskan. Kenyataannya, RUU Ciptaker tidak menghapus pesangon. Hanya,
               ada penurunan dari 32 kali gaji saat ini menjadi 17 kali," ujarnya.

               Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) itu menilai, besaran
               pesangon yang berlaku saat ini termasuk sangat tinggi dibandingkan negara-negara
               tetangga. Besarnya pesangon itu kerap membuat investor enggan berinvestasi di
               Indonesia sehingga menghambat penciptaan lapangan kerja.

               Tingginya pesangon tersebut dinilai sering membuat perusahaan lebih memilih
               merekrut karyawan kontrak daripada pegawai tetap. "Alhasil, alih-alih melindungi
               pekerja, aturan pesangon itu malah merugikan, terutama bagi kelompok yang
               belum memiliki pekerjaan dan baru akan bekerja," katanya.


               Diakui Yustinus proses penyusunan RUU Ciptaker harus mendapat pengawasan
               publik. Dia menegaskan semua pembahasannya harus dilakukan dengan
               mempertemukan semua pihak terkait, termasuk kalangan buruh dan pekerja, agar
               tidak menjadi 'bom waktu' bagi sektor ketenagakerjaan di masa mendatang.

               Selain itu, reaksi dari kelompok buruh juga diharapkan tidak kontraproduktif atas
               niat baik pemerintah. Sebab pada hakikatnya bertujuan untuk menyederhanakan
               dan memperbaiki tata kelola Ketenagakerjaan di Indonesia.



                                                       Page 30 of 124.
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36