Page 34 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 FEBRUARI 2020
P. 34

mempertemukan semua pihak terkait, termasuk kalangan buruh dan pekerja, agar
               tidak menjadi 'bom waktu' bagi sektor ketenagakerjaan di masa mendatang.


               Selain itu, reaksi dari kelompok buruh juga diharapkan tidak kontraproduktif atas
               niat baik pemerintah. Sebab pada hakikatnya bertujuan untuk menyederhanakan
               dan memperbaiki tata kelola Ketenagakerjaan di Indonesia. Di sisi lain, Sekretaris
               Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja,
               Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Adriani, mengatakan, pesangon tidak
               akan dihapuskan dalam omnibus law cipta lapangan kerja. "Pesangon tidak
               dihapuskan, tapi bagaimana pesangon ini betul-betul bisa diimplementasikan," ujar
               Adriani.


               Selain itu, lanjut Adriani, baik pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu
               (PKWT) dan pekerja dengan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) tetap
               akan mendapatkan jaminan sosial tenaga kerja.

               "Yang kita pastikan adalah pekerja yang tidak tetap juga mendapatkan
               perlindungan, misalnya jaminan sosial itu harus kita pastikan," jelas dia.

               Kemenaker menyebutkan, upah minimum juga tidak akan dihilangkan. Adriani
               menyebutkan, upah per jam yang diwacanakan pemerintah adalah upah untuk
               pekerja di sektor-sektor tertentu. Adriani juga mengatakan, omnibus law cipta
               lapangan kerja tidak akan menghilangkan sanksi pidana bagi pengusaha.


               Menurutnya, jika pengusaha melanggar hak-hak pekerja tetap akan diproses mulai
               dari dari sanksi administrasi hingga sanksi pidana. "Ini tetap kami mengusulkan ya
               kalau sanksi pidana tetap kita beri sanksi pidananya. Tapi ada sanksi-sanksi yang
               harus kita awali dengan administrasi dulu. Ada hanya sanksi-sanksi administrasi. jadi
               masing pelanggaran beda-beda. Tentunya kita lihat kalau memang harusnya pidana,
               ya pidana," papar dia.

               Di samping itu, Adriani menyebutkan Omnibus Law tidak membuat tenaga kerja
               asing (TKA) masuk dengan mudah. Dia menyebutkan, TKA baru bisa masuk jika skill
               atau kemampuan yang dibutuhkan tidak dimiliki pekerja dalam negeri. Itu pun tidak
               untuk waktu yang lama.


               (kri)






















                                                       Page 33 of 124.
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39