Page 29 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 FEBRUARI 2020
P. 29

boleh saja. Namun, tetap tidak mengurangi nilai THR yang berhak diterima oleh karyawan
               yang bersangkutan.


               Minimal besaran THR yang berhak diterima oleh karyawan adalah sesuai besar upah per
               bulan ditambahkan dengan tunjangan tetap yang diterima setiap bulannya. Tunjangan tidak
               tetap, misalnya tunjangan makan yang dipotong jika karyawan tidak masuk, tidak termasuk
               dalam perhitungan THR.


               Akan tetapi, jika dalam Peraturan Perusahaan (PP), Perjanjian Kerja atau Perjanjian Kerja
               Bersama (PKB) dimuat kebijakan perusahaan untuk memberikan THR dengan besaran yang
               lebih baik dari besaran minimal yang ditetapkan pemerintah, maka perusahaan wajib
               membayarkan THR sesuai dengan PP, Perjanjian Kerja atau Perjanjian Kerja Bersama
               (PKB).


               Perhitungan THR Sesuai dengan Masa Kerja

               Aturan tentang THR tersebut berlaku untuk semua perusahaan yang mempekerjakan
               karyawan tetap maupun kontrak yang telah memenuhi masa kerja minimal satu bulan.
               Besaran THR ditentukan berdasarkan masa kerja karyawan, sehingga setiap karyawan bisa
               mendapatkan jumlah yang berbeda. Perhitungannya adalah sebagai berikut:

               Pekerja/buruh yang telah memiliki masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih,
               diberikan sebesar 1 (satu) bulan upah.


               Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan atau lebih secara terus-menerus
               tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai masa kerja/12 x satu
               bulan upah.

               Kewajiban Perusahaan saat Adanya Perselisihan Hak THR

               Ada kalanya, karyawan akan merasa bahwa nominal THR yang diterima tidak sesuai dengan
               ketentuan yang berlaku. Jika hal ini terjadi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk
               menuntut hak yang berhak diterima. Perusahaan dan karyawan sebaiknya segera
               melakukan musyawarah bersama untuk mencapai hasil yang bisa diterima kedua belah
               pihak. Jika tidak kunjung didapatkan hasilnya, dapat menggunakan bantuan mediasi
               hubungan industrial. Mediator yang bersifat netral dan tidak berpihak guna menyelesaikan
               perselisihan hak.

               Aturan THR bagi Karyawan yang Sedang Cuti Hamil/Melahirkan


               Kemudian muncul pertanyaan bagaimana dengan karyawati yang mengambil cuti hamil
               atau melahirkan bertepatan dengan hari raya? Apakah perusahaan juga wajib membayar
               THR untuknya?

               Secara prinsip, cuti hamil dan cuti melahirkan merupakan hak yang wajib diberikan oleh
               perusahaan kepada pekerja perempuan yang memenuhi syarat. Sebagaimana diatur dalam
               Pasal 82 UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, cuti hamil dan melahirkan diberikan
               selama 3 bulan, yakni sebelum dan sesudah melahirkan.

               Ketidakhadiran karyawati karena cuti hamil atau melahirkan ini tidak menjadikan hubungan
               kerja terputus, mengubah status karyawati maupun mengurangi masa kerja. Jadi, dalam
               masal tiga bulan cuti tersebut, karyawati yang bersangkutan tetap berhak mendapatkan



                                                       Page 28 of 124.
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34