Page 33 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 FEBRUARI 2020
P. 33

Title          OMNIBUS LAW CIPTA KERJA DINILAI BISA CIPTAKAN LAPANGAN KERJA BARU
               Media Name     sindonews.com
               Pub. Date      18 Februari 2020
                              https://nasional.sindonews.com/read/1529908/12/omnibus-law-cipta-kerja -dinilai-bisa-
               Page/URL
                              ciptakan-lapangan-kerja-baru-1581996036
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive
















               Draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) secara umum dinilai akan
               memberikan dampak positif bagi sektor perekonomian Tanah Air. Pengamat
               Perpajakan, Yustinus Prastowo mengatakan idealnya RUU yang mencakup revisi 79
               undang-undang dan terdiri atas 1.244 pasal ini diharapkan bisa menarik investor
               untuk lebih tertarik masuk ke Indonesia sehingga bisa meningkatkan lapangan kerja
               baru.


               "Semua pihak terkait harus bisa duduk bersama, guna mencari solusi dan titik
               tengah yang bisa menyeimbangkan antara kepentingan investasi dan dunia usaha,"
               ujarnya, Selasa (18/2/2020).

               Terkait sejumlah kritik atas draf RUU itu, Yustinus mengatakan, tidak semua
               subtansi dalam RUU ini merugikan buruh. Masalahnya, ketertutupan pemerintah
               dalam menginformasikan rancangan dan kurang melibatkan pemangku kebijakan
               yang diatur dalam perumusan RUU itu bisa menimbulkan salah kaprah.


               "Misalnya saja pengaturan mengenai pemberian pesangon yang sempat disinyalir
               bakal dihapuskan. Kenyataannya, RUU Ciptaker tidak menghapus pesangon. Hanya,
               ada penurunan dari 32 kali gaji saat ini menjadi 17 kali," ucapnya.

               Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) itu menilai besaran
               pesangon yang berlaku saat ini termasuk sangat tinggi dibandingkan negara-negara
               tetangga. Besarnya pesangon itu kerap membuat investor enggan berinvestasi di
               Indonesia sehingga menghambat penciptaan lapangan kerja.

               Tingginya pesangon tersebut dinilai sering membuat perusahaan lebih memilih
               merekrut karyawan kontrak daripada pegawai tetap. "Alhasil, alih-alih melindungi
               pekerja, aturan pesangon itu malah merugikan, terutama bagi kelompok yang
               belum memiliki pekerjaan dan baru akan bekerja," katanya.

               Diakui Yustinus, proses penyusunan RUU Cipta Kerja harus mendapat pengawasan
               publik. Dia menegaskan semua pembahasannya harus dilakukan dengan





                                                       Page 32 of 124.
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38