Page 245 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 APRIL 2020
P. 245
"Sayangnya, Indonesia saat ini belum jadi pilihan utama bagi investor. Biaya tenaga
kerja, biaya perdagangan, dan nilai tambah kita masih kalah dibanding negara
ASEAN lain. Oleh karenanya kita butuh pendekatan secara institusional tadi,"
urainya.
Meski demikian, Fithra juga mengingatkan bahwa ongkos politik dari Omnibus Law
ini bisa sangat besar. Hasilnya kemungkinan tidak bisa dituai secara instan, dan
akan menghadapi tuntutan publik yang besar.
"Namun kalau berkaca dari Jerman yang juga pernah melakukan reformasi
ketenagakerjaan, mereka cukup sabar dan deregulasi secara institusi ini bisa
berbuah manis di masa depan," tutupnya.
Page 244 of 250.

