Page 286 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 286

Judul               Kecewa dengan Kenaikan UMP 2022, Buruh Jabar Ancam Mogok Kerja
                Nama Media          idxchannel.com
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://www.idxchannel.com/economics/kecewa-dengan-kenaikan-
                                    ump-2022-buruh-jabar-ancam-mogok-kerja
                Jurnalis            Arif Budianto/Kontributor
                Tanggal             2021-11-17 15:26:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 7.500.000
                News Value          Rp 22.500.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif



              Ringkasan

              Buruh  yang  tergabung  dari  berbagai  organisasi  di  Jawa  Barat  mengancam  bakal  menggelar
              mogok kerja, jika kenaikan upah minimum kota (UMK) 2022 tak sesuai aturan yang berlaku.
              Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI Roy Jinto Ferianto mengatakan, mogok kerja bakal
              dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap UU Cipta Kerja serta tuntutan agar UMK 2022 naik
              sebesar 10 persen.


              KECEWA DENGAN KENAIKAN UMP 2022, BURUH JABAR ANCAM MOGOK KERJA

              IDXChannel - Buruh yang tergabung dari berbagai organisasi di Jawa Barat mengancam bakal
              menggelar mogok kerja, jika kenaikan upah minimum kota (UMK) 2022 tak sesuai aturan yang
              berlaku.

              Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI Roy Jinto Ferianto mengatakan, mogok kerja bakal
              dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap UU Cipta Kerja serta tuntutan agar UMK 2022 naik
              sebesar 10 persen.

              "Mogok akan kami lakukan sebelum penetapan UMK tahun 2022 pada Desember 2021. Mogok
              akan dinaikkan secara nasional dan di Jawa Barat," kata dia di Bandung, Rabu (17/11/2021).
              Mengurut dia, buruh menuntut pemerintah untuk menetapkan Upah Minimum Tahun 2022 tidak
              menggunakan formula perhitungan PP 36/2021 tentang Pengupahan dengan alasan UU Cipta
              Kerja yang diuji secara formil dan materiil di Mahkamah Konstitusi belum ada putusan.

              "Kami sedang menunggu jadwal sidang pembacaan putusan, karena PP 36/2021 merupakan
              aturan  turunan  UU  Cipta  Kerja  dan  UU  nya  sedang  diuji.  Sehingga  pemerintah  harus
              menghormati  proses  hukum  di  MK  dengan  menunda  pelaksanaan  UU  Cipta  Kerja,  termasuk
              peraturan turunannya sampai adanya putusan MK baik secara formil dan materil," beber Roy.
              Kemudian, dia menilai, penetapan upah minimum berdasarkan PP 36/2021 menghilangkan hak
              buruh  melalui  dewan  pengupahan.  Mestinya,  berunding  karena  semua  data-data  sudah


                                                           285
   281   282   283   284   285   286   287   288   289   290   291