Page 353 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 353

Judul               Buruh Jabar Ancam Mogok Jika Upah Dihitung dengan PP 36/2021
                Nama Media          republika.co.id
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://www.republika.co.id/berita/r2pgad354/buruh-jabar-ancam-
                                    mogok-jika-upah-dihitung-dengan-pp-362021
                Jurnalis            Bayu Hermawan
                Tanggal             2021-11-17 14:18:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif



              Ringkasan

              Buruh  di  Jawa  Barat  (Jabar)  menuntut  pemerintah  agar  dalam  menetapkan  Upah  Minimum
              Tahun 2022 tidak menggunakan formula perhitungan PP 36/2021 tentang Pengupahan. Karena,
              menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI, Roy Jinto Ferianto, UU Cipta Kerja yang
              diuji secara formil dan materiil di Mahkamah Konstitusi belum ada putusannya.



              BURUH JABAR ANCAM MOGOK JIKA UPAH DIHITUNG DENGAN PP 36/2021

              BANDUNG -- Buruh di Jawa Barat (Jabar) menuntut pemerintah agar dalam menetapkan Upah
              Minimum  Tahun  2022  tidak  menggunakan  formula  perhitungan  PP  36/2021  tentang
              Pengupahan. Karena, menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI, Roy Jinto Ferianto,
              UU  Cipta  Kerja  yang  diuji  secara  formil  dan  materiil  di  Mahkamah  Konstitusi  belum  ada
              putusannya.

              "Kita  sedang  menunggu  jadwal  sidang  pembacaan  putusan,  karena  PP  36/2021  merupakan
              aturan  turunan  UU  Cipta  Kerja  dan  UU  nya  sedang  diuji,  sehingga  pemerintah  harus
              menghormati proses hukum di MK dengan menunda pelaksanaan UU Cipta Kerja," ujar Roy Jinto
              kepada wartawan, Rabu (17/11).

              Roy mengatakan, termasuk peraturan turunannya harus menunggu sampai adanya putusan MK
              baik  secara  formil  maupun  materil.  Kemudian,  penetapan  upah  minimum  berdasarkan  PP
              36/2021 menghilangkan hak buruh melalui dewan pengupahan untuk berunding.

              "Karena semua data-data sudah diputuskan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sehingga fungsi
              Dewan Pengupahan hanya legitimasi dan mengamini saja," katanya.

              Hal tersebut, kata dia, bertentangan dengan Konvensi ILO 98 tentang Hak Berunding Bersama
              dan  juga  KEPRES  107/2004  tentang  Dewan  Pengupahan,  dalam  PP  36/2021  mensyaratkan
              pertumbuhan ekonomi atau inflasi kab/kota 3 tahun terakhir. Padahal, tidak semua kab/kota
              menghitung dan merilis pertumbuhan ekonomi yang dibutuhkan tersebut.



                                                           352
   348   349   350   351   352   353   354   355   356   357   358