Page 569 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 569
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim Dayang Donna Faroek menilai penetapan
formula upah, tepat.
“Karena menghitung angka pertumbuhan dan inflasi daerah. Kalau di PP 78 pakai angka nasional,
di mana kalau kita sedang minus, maka angka nasional tentu tidak,” ujarnya.
“Formula baru ini sudah didorong terbentuk dari tahun 2014, baru diterbitkan 2020,” kata Donna.
Formula ini diakuinya tidak akan dapat menyenangkan semua pihak. Tetapi pihaknya tetap
mematuhi dan mendukung penuh meski terasa berat.
Kadin memahami jika perlu ada penyesuaian UMP. Meski begitu, ia masih menunggu keputusan
akhir dari pemerintah daerah.
“Kita lihat nanti hasil release resmi. Kita harapkan yang terbaik. Dunia usaha melalui Apindo
sudah sangat kondusif dengan pekerja dan buruh. Hal ini diakui secara nasional dan patut
dipertahankan serta kembangkan untuk Kaltim,” tegas Donna.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Ya’qub belum berani menanggapi tuntutan buruh.
“Semua unsur tentu mengacu peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Saya kira
sudah ada acuannya dan pasti selalu alot dalam proses pembahasannya setiap tahun dan itu
lumrah saja,” kata Rusman.
Komisi IV tetap berharap ada kenaikan upah bagi buruh. Terutama melihat sektor perekonomian
ambruk karena pandemi COVID– 19. Di sisi lain, ia berharap seluruh pihak pahami kondisi
pengusaha.
“Kita pahami kondisi pengusaha harus diberi ruang untuk melakukan recovery.
Sehingga ada titik kompromi yang bisa saling menopang satu sama lain,” tegas politisi PPP ini.
*LID/YOS
568

