Page 568 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 568

“Menuntut gubernur untuk tidak mengesahkan UMP yang Rp 3,014 juta itu. Tapi kita menuntut
              untuk menggunakan perkalian (inflasi) 1,68 persen,” tukasnya.
              Tuntutan kedua, kata dia, agar gubernur bisa menyampaikan kepada pemerintah pusat agar
              diadakan revisi PP 36/2021, khususnya mengenai formula UMP.

              “Aksi itu rencana tanggal 19. Harapannya gubernur mendengar kami. Karena penurunannya ini
              jauh. Kalau kita pakai PP 78, dengan formula yang dipakai secara nasional itu kenaikannya bisa
              mencapai Rp 150 ribuan lebih,” katanya.

              Bahkan, kata dia, jika formulasinya diganti, dihitung dengan hanya mendasari nilai inflasi 1,68
              persen ditambah pertumbuhan ekonomi 1 persen, maka nilai kenaikan UMP Kaltim jadi lumayan.

              “Yaitu sebesar sekitar Rp 70 ribuan. Hampir Rp 80 ribu. Tapi kan ini usulannya enggak bisa jadi
              acuan.  Tapi  kita  realistis  saja  lah.  Dengan  nilai  inflasi  (1,68  persen)  itu  kita  hanya
              mempertahankan daya beli,” harapnya.

              Mencegah  terjadinya  unjuk  rasa  serikat  pekerja,  pemerintah  menggelar  pertemuan  tertutup
              dengan Dewan Pengupahan, Selasa (18/11).

              Pemprov diwakili Asisten I, Jauhar Effendi, mendengar masukan dari unsur Dewan Pengupahan.

              Selain Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, ada Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim,
              Serikat  Pekerja  Konfederasi  Serikat  Buruh  Seluruh  Indonesia  (SP  KSBSI),  Serikat  Pekerja
              Perkayuan dan Kehutanan Indonesia (SP Kahutindo), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI)
              Kaltim, dan Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (SP KEP) Kaltim.

              “Mereka ingin pola pengupahan PP 36 ini dicabut atau direvisi. Karena dianggap oleh pekerja,
              tidak menguntungkan,” imbuh Asisten I Pemmprov Kaltim, Jauhar Effendi.

              “Besok (hari ini) saya minta Disnakertrans ke Jakarta untuk menyampaikan usulan dari serikat
              buruh ke Kementerian Tenaga Kerja,” tegas Jauhar.
              Terkait  usulan  penggunaan  data  inflasi  nasional,  Ketua  Apindo  Kaltim,  Slamet  Brotosiswoyo
              menyerahkan pada aturan yang berlaku.

              “Kami tidak ada masalah sepanjang itu sesuai aturan,” ujarnya. Akan tetapi, SBS mengingatkan
              jangan  sampai  tuntutan  pekerja  menjadi  boomerang,  yang  bisa  merugikan  pekerja  dan
              pengusaha. Berdasarkan aturan, batas akhir penetapan UMP 2022 ialah 20 November 2021.

              Ketua  Himpunan  Pengusaha  Muda  Indonesia  (Hipmi)  Kaltim,  Bakrie  Hadi  akan  menjalankan
              putusan UMP. Ia meyakini Dewan Pengupahan telah bekerja sesuai aturan.

              “Terkait naik atau tidaknya, dewan pengupahan yang ditugasin. Mau naik atau menurunkan UMP
              pasti ada dasar,” ujarnya.
              “Karena mereka bekerja berdasarkan undang – undang. Dan saya pikir mereka nggak mungkin
              asal – asalan,” kata Bakri.

              Bakri menjelaskan, kenaikan UMP akan berdampak pada biaya operasional bulanan. Terutama
              perusahaan yang memiliki banyak tenaga kerja.

              “ Cost nambah lagi kalau udah naik berapapun nilainya ya. Tapi berdampak ke pengeluaran
              biaya operasional bulanan (BOP) bagi teman – teman yang melibatkan banyak tenaga kerja,”
              jelas  Bakri.Nilai  UMP  saat  ini,  menurut  Bakri  sudah  cukup  tinggi.  Apalagi  dengan  kondisi
              perusahaan yang belum sepenuhnya pulih.

                                                           567
   563   564   565   566   567   568   569   570   571   572   573