Page 417 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 NOVEMBER 2021
P. 417
Alasannya, ujar Machbub, pihaknya paham kondisi industri terpukul dengan adanya pandemi
Corona. Namun tidak semua perusahaan terdampak, buruh bertaruh nyawa di saat pandemi
untuk tetap bekerja seperti biasa menghasil produk yang mempunyai nilai jual. Bahkan buruh
harus mengeluarkan uang tambahan untuk membeli masker, hand sanitizer dan vitamin untuk
anak-anak dan keluarganya karena petusahaan tidak pernah memberikan fasilitas tersebut.
"Kemudian,kenaikan sebesar Rp 10.426 ini tidak manusiawi, untuk makan dengan lauk yang
sederhana di warung makan saja bisa lebih dari angka itu. Kalau Rp 10.426 dibagi 25 hari kerja
dalam sebulan hanya Rp 417, bayangkan empat ratus perak buruh harus bertahan hidup untuk
sebulan," katanya.
Selanjutnya, karena kenaikan yang tidak manusiawi ini buruh dipaksa untuk tarung sendiri
dengan pengusaha guna berunding mengenai kenaikan upah dengan membuat struktur dan"
skala upah. Mau mendirikan serikat pekerja saja sudah diancam PHK, bagaimana buruh mau
berunding upah Berikutnya yang keempat, buruh menolak dengan tegas kenaikan UMK
Kabupaten Cirebon tahun 2022 yang tidak manusiawi itu.
"Kami meminta kenaikan UMK sebesar 10.426 berdasarkan kebutuhan hidup layak buruh di
Kabupaten Cirebon sebanyak 64 item (Permenaker No. 18 2020), data ini kami dapat setelah
kami melakukan survei KHL di tiga pasar tradisional yaitu Pasar Plered, Pasar Minggu dan Pasar
Arjawinangun," ujarnya.
Yang terakhir, kata dia, kalau pada waktunya nanti maksimal tanggal 26 November 2021, Bupati
Cirebon tetap merekomendasikan besaran kenaikan UMK 2022 kepada Gubernur yang tidak
manusiawi itu, maka buruh akan melawan dan bertahan.
"Kami yang tergabung dalam aliansi buruh Cirebon serta elemen buruh lainnya akan
mempersiapkan diri untuk melakukan mogok kerja daerah, matikan mesinmesin produksi dan
berhenti bekerja serta menunggu instruksi pimpinan buruh kami di atas," tambahnya/Ismail/KC)
416

