Page 69 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 SEPTEMBER 2019
P. 69

Tentang RKUHP RKUHP yang telah disepakati Panitia Kerja (Panja) dan pemerintah
               ini sejatinya hanya tinggal disahkan di rapat paripurna DPR. Namun, banyaknya
               penolakan dari publik membuat Presiden Jokowi meminta agar pengesahannya
               ditunda hingga DPR RI periode 2019-2024.

               Salah satu yang bermasalah dalam RKUHP adalah dugaan akan memanjakan
               koruptor. Sejumlah pasal yang mengatur tindak pidana korupsi di RKUHP justru
               dilengkapi hukuman yang lebih ringan dibanding UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang
               Tindak Pidana Korupsi atau UU Tipikor.

               Dalam Pasal 604 RKUHP, disebutkan seorang koruptor dihukum minimal penjara
               dua tahun dan minimal denda Rp10 juta. Sementara dalam Pasal 2 UU Tipikor yang
               memiliki rumusan sama persis, hukuman penjara itu minimal empat tahun dan
               denda minimal Rp1 miliar. RKUHP juga tidak mengatur mekanisme pengembalian
               kerugian negara.

               Para koruptor yang sudah divonis bersalah hanya harus menjalani hukuman penjara
               dan membayar denda--itu pun kalau diputus demikian--tanpa harus mengembalikan
               duit negara yang terkuras karena perbuatannya itu. Mahasiswa yang melakukan
               demo Gejayan Memanggil menyebut RKUHP mengebiri demokrasi.

               RKUHP membungkam demokrasi dan Hak Asasi Manusia. Mereka mencontohkan
               pasal yang mengatur soal 'Makar'. Pasal soal makar berisiko menjadi pasal karet
               yang akan memberangus demokrasi.

               Tidak hanya soal makar, pasal-pasal dalam RKUHP juga dinilai mengkriminalisasi
               berbagai bentuk perlakuan masyarakat atas nama zina, hukum yang berlaku di
               masyarakat (living law)--yang berpotensi menjadi pasal karet, bahkan
               mengkriminalisasi gelandangan dengan pidana denda satu juta rupiah.

               UU KPK Mahasiswa pun memprotes dan menolak pengesahan UU KPK yang dinilai
               melemahkan KPK. Banyak pasal dalam perubahan kedua UU KPK yang disahkan
               DPR pada Selasa, 17 September 2019.

               Dalam catatan resmi yang dilansir KPK, disebutkan ada 10 isu dalam revisi ini yang
               melemahkan posisi KPK sebagai lembaga pemberantas korupsi, yaitu: 1.
               Independensi KPK terancam yang akan terancam.

               2. Penyadapan dipersulit dan dibatasi.

               3. Pembentukan Dewan Pengawas yang dipilih oleh DPR 4. Sumber penyelidik dan
               penyidik dibatasi.

               5. Penuntutan perkara korupsi harus melalui koordinasi dengan Kejaksaan Agung.

               6. Perkara yang mendapat perhatian masyarakat tidak lagi menjadi kriteria.



                                                       Page 68 of 165.
   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74