Page 72 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 SEPTEMBER 2019
P. 72

Tidak hanya soal makar, pasal-pasal dalam RKUHP juga dinilai mengkriminalisasi
               berbagai bentuk perlakuan masyarakat atas nama zina, hukum yang berlaku di
               masyarakat ( living law )--yang berpotensi menjadi pasal karet, bahkan
               mengkriminalisasi gelandangan dengan pidana denda satu juta rupiah.

               RUU Pertanahan Seperti RKUHP, RUU Pertanahan juga sarat kontroversi. Sekretaris
               Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika mengatakan beberapa
               pasal di dalamnya rentan mengkriminalisasi masyarakat.

               Salah satunya Pasal 91, yang berbunyi: "Setiap orang yang menghalangi petugas
               dan/atau aparatur penegak hukum yang melaksanakan tugas pada bidang tanah
               miliknya atau orang suruhannya, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2
               tahun denda paling banyak Rp500 juta." (draf per 9 September 2019).

               "RUU Pertanahan akan banyak memberikan legitimasi kepada aparat, petugas
               Kementerian ATR, dan polisi untuk mempidana masyarakat," ujar Dewi saat
               dihubungi reporter Tirto , Jumat (20/9/2019).

               Kriminalisasi akan terjadi ketika, misalnya, Badan Pertanahan Nasional (BPN)
               melakukan pengukuran tanah tapi pada saat itu warga menolak tanahnya
               dilepaskan.

               "Petani-petani yang berada di wilayah yang diklaim negara sebagai tanah negara
               atau hutan negara atau desa-desa atau sawah-sawah yang ada di dalam konsesi
               perkebunan atau kehutanan, akan kena pasal pemidanaan itu. Mengerikan." Dewi
               juga menyoroti Pasal 95, yang bunyinya "setiap orang atau kelompok yang
               mengakibatkan sengketa lahan akan dipidana paling lama 15 tahun penjara dan
               denda maksimal Rp15 miliar." Ia mengambil contoh konflik agraria di Sukamulya,
               Majalengka, Jawa Barat, yang terjadi lantaran pemerintah menyerobot lahan
               pertanian demi membangun Bandara Internasional Jawa Barat (BJIB). Belakangan,
               bandara itu sepi dan terus merugi karena dianggap salah perencanaan.

               "Padahal, yang harusnya dijatuhkan sanksi berat adalah korporasi skala besar yang
               menguasai tanah dan berkonflik di atas tanah masyarakat," tegasnya.

               Atas dasar itu Dewi mendesak RUU Pertanahan tak disahkan, setidaknya dalam
               masa sidang tahun ini.

               RUU Pemasyarakatan RUU PAS juga mendapat kritik habis-habisan dari masyarakat.
               Masyarakat mengkritik karena peraturan tersebut dianggap tidak selaras dengan
               semangat pemberantasan korupsi.

               RUU PAS dianggap akan memanjakan koruptor dengan sejumlah pasal yang
               kontroversial. Di dalam draf RUU PAS, DPR dan pemerintah seperti mempermudah
               napi korupsi dapat remisi.

               Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012, syarat koruptor mendapat



                                                       Page 71 of 165.
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77