Page 88 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 SEPTEMBER 2019
P. 88
Karena itu, Anton berpendapat pelatihan vokasi membutuhkan dukungan industri-
industri di tanah air. Anton berharap Kemenperin mestinya memberikan informasi
jobs apa saja yang perlu dilatih oleh Kemnaker dan jobs apa saja yang masuk
kurikulum di dalam SMK, dalam hal ini Kemendikbud. "Kita harapkan kordinasi ini
berjalan efektif dan cepat. Waktunya singkat, karena bonus demografi 2030-2035,
kita sudah fase menurun. Sudah mendesak kita contoh kordinasi seperti di Malaysia,
" ujarnya.
Direktur UNI Global Union Asia Pasifik Kun Wardhana mengatakan Kun Wardana
Abyoto mengatakan saat ini, masih ada beberapa pekerja yang belum sadar atas
kesiapannya menghadapi RI 4.0. Sementara di sisi lain masih banyak peluang yang
bisa dimanfaatkan peranannya oleh serikat pekerja itu sendiri. "Untuk bisa
memanfaatkannya tersebut, kunci keberhasilannya yakni dengan mengoptimalkan
dialog sosial dan kolaborasi berupa kemitraan, " kata anggota KPVN itu
Kun mengungkapkan ada tiga tantangan yang dihadapi serikat pekerja dalam
menghadapi transformasi ketenagakerjaan. Pertama Awareness ; kurangnya tingkat
kesadaran serikat pekerja akan dampak dari adanya IR 4.0 terhadap
keberlangsungan pekerjaan dan pelatihan vokasi. Kedua, fokus; masih minimnya
kesadaran atas pentingnya peningkatan skill yang dimiliki bagi serikat pekerja.
"Ketiga, Fragmentasi, masih belum adanya common goals / tujuan bersama satu
sama lain terkait pembangunan SDM, " ujar Anggota Dewan Pakar Asosiasi Serikat
Pekerja (ASPEK) Indonesia. [paw]
Page 87 of 165.

