Page 92 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 SEPTEMBER 2019
P. 92
Title MEMBACA AKSI "GEJAYAN MEMANGGIL"
Media Name detik.com
Pub. Date 24 September 2019
Page/URL https://news.detik.com/kolom/d-4719532/membaca-aksi-gejayan-memanggil
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Aksi mahasiswa Yogyakarta yang mengusung tagar "Gejayan Memanggil",
mengentak banyak pihak. Ada yang curiga. Sebagian berpendapat massa aksi
adalah bagian kelompok politik tertentu. Ada yang mengira mereka bagian dari
kelompok radikalisme berbasis agama. Ada juga yang menganggap dari kubu
berseberangan, yang diberi label liberal. Ada yang menuduh bagian dari narasi
"cebong", sebaliknya juga ada yang menduga dari "kampret". Lengkap sudah segala
jenis apriori yang mencoba berkomentar atas aksi #GejayanMemanggil.
Lepas dari itu semua, mengamati gelembung ketidakpuasan publik terhadap
pengesahan berbagai Rencana Undang-Undang (RUU) terasa begitu masif dan
menggetarkan.
Trending "GejayanMemanggil" memuncaki media sosial Twitter, Senin (23/9).
Melihat dari berbagai dokumentasi foto dari berbagai sudut, menunjukkan gerakan
ini mendapatkan simpati dari mahasiswa dan publik Yogyakarta.
Tulisan ini merupakan hasil diskusi dengan senior gerakan mahasiswa angkatan
1998 yang saat ini tinggal di Yogyakarta, dan masih terlibat aktif sebagai mentor
berbagai kelompok gerakan di kota pelajar itu. Senior ini memiliki perspektif yang
berbeda dengan berbagai respons publik termasuk para elite yang muncul pasca
#GejayanMemanggil. Senior ini mengungkap bahwa banyak yang salah paham
tentang aksi #GejayanMemanggil.
Sejauh pantauan sang senior ini, gerakan mahasiswa Yogyakarta kali ini benar-
benar murni, gerakan yang berasal dari hati nurani. Bahkan Badan Eksekutif
Mahasiswa yang sesaat sebelum aksi membuat pernyataan tidak terkait dengan aksi
itu, sesungguhnya adalah taktik untuk menghindari tekanan dari berbagai struktur
dalam Perguruan Tinggi.
Tidak Relevan Saat dunia bergerak akibat revolusi digital saat ini, memberikan
respons terhadap gerakan mahasiswa dengan memberikan stigma-stigma tidak lagi
selalu relevan. Misalnya tuduhan mengaitkan gerakan mahasiswa dengan kelompok-
kelompok politik yang bersifat partisan. Publik bisa melakukan cek big data analysis
tentang siapa yang bergerak pada #GejayanMemanggil.
Page 91 of 165.

