Page 91 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 SEPTEMBER 2019
P. 91
(tenaga kerja), bicara pendidikan, leading sector (Kemendikbud), " katanya.
Anton berpendapat, pelatihan vokasi membutuhkan dukungan industri-industri di
Tanah Air. Kemenperin mestinya memberikan informasi jobs apa saja yang perlu
dilatih oleh Kemnaker dan pekerjaan-pekerjaan apa saja yang masuk kurikulum di
dalam SMK, dalam hal ini Kemendikbud.
"Kita harapkan kordinasi ini berjalan efektif dan cepat. Waktunya singkat, karena
bonus demografi 2030 - 2035, kita sudah fase menurun. Sudah mendesak. Kita
contoh kordinasi seperti di Malaysia, " ujarnya.
Sementara itu, Direktur UNI Global Union Asia Pasifik, Kun Wardhana Abyoto
mengatakan, saat ini, masih ada beberapa pekerja yang belum sadar atas
kesiapannya menghadapi RI 4.0. Di sisi lain, masih banyak peluang yang bisa
dimanfaatkan peranannya oleh serikat pekerja itu sendiri.
"Untuk bisa memanfaatkannya tersebut, kunci keberhasilannya yakni dengan
mengoptimalkan dialog sosial dan kolaborasi berupa kemitraan, " kata anggota
KPVN itu
Kun mengungkapkan, ada tiga tantangan yang dihadapi serikat pekerja dalam
menghadapi transformasi ketenagakerjaan. Pertama awareness ; kurangnya tingkat
kesadaran serikat pekerja akan dampak dari adanya IR 4.0 terhadap
keberlangsungan pekerjaan dan pelatihan vokasi. Kedua, fokus; masih minimnya
kesadaran atas pentingnya peningkatan skill yang dimiliki bagi serikat pekerja.
"Ketiga, fragmentasi, masih belum adanya common goals/tujuan bersama satu
sama lain terkait pembangunan SDM, " ujar anggota Dewan Pakar Asosiasi Serikat
Pekerja (ASPEK) Indonesia itu.
Page 90 of 165.

