Page 93 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 SEPTEMBER 2019
P. 93
Gerakan #GejayanMemanggil adalah respons dari kelompok-kelompok yang tidak
secara aktif atau terafiliasi dengan gerakan politik, atau terlibat secara langsung
dengan dukungan Pilpres 2019. Kelompok ini relatif tanpa beban saat mengusung
substansi isu yang mereka dukung. Dokumen akademik aksi itu yang tersebar
melalui media sosial juga menunjukkan itu semua.
Tampak para penggerak dan partisipan aksi itu memiliki perspektif yang unik. Dan
bahkan dapat menangkap kegelisahan publik atas beberapa RUU yang akan di
sahkan oleh DPR. Para penggerak aksi ini tampak tanpa beban afiliasi politik saat
menyuarakan gagasannya. Hal ini tentu menandakan masih eksisnya kelompok kritis
yang tidak terkait dengan politik kekuasaan maupun gerakan partisan baik yang
mengantar individu dan kelompok yang berkontestasi dalam Pilpres ataupun Pemilu
2019.
Banyak yang mencoba membaca gerakan #GejayanMemanggil dengan perspektif
Teori Konspirasi, dengan berbagai analisis. Namun yang pasti, publik mestinya harus
melihat dari sudut pandang yang lebih jernih, dengan fokus pada isu yang mereka
perjuangkan. Memang, tidak ada jaminan sebuah gerakan tanpa penumpang gelap.
Dalam berbagai pengalaman, gerakan perubahan selalu ada penumpang gelap yang
mendapat keuntungan dari gerakan moral atau aksi-aksi "hati nurani" mahasiswa
dan kaum muda. Namun alangkah bijaknya kita memandang dan fokus pada isu
yang mereka usung: apakah mereka memperjuangkan aspek substantif dalam
kehidupan bernegara, misalnya soal nilai-nilai Pancasila, isu keadilan sosial,
perlindungan minoritas, ataukah isu yang terkait dengan kepentingan pemilik modal
atau kelompok partisan tertentu.
Faktanya, respons pengambil kebijakan relatif positif, meski belum memuaskan.
Setelah publik membombardir berbagai RUU yang kontroversial itu dengan berbagai
aksi, pengesahan RUU KUHP dan beberapa RUU lainnya akhirnya ditunda. Kita tidak
membayangkan apabila publik adem ayem saja atas proses legislasi yang sedang
berlangsung ini. Tentu beberapa RUU kontroversial itu akan disahkan tanpa
hambatan dan pada saatnya pula publik juga yang akan menerima akibatnya.
RUU KUHP, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan adalah RUU yang secara
langsung menyangkut kepentingan mendasar dari masyarakat. Apalagi jika
organisasi masyarakat tidak memiliki sikap yang clear atas berbagai Rancangan
Undang-Undang ini, tentu publik hanya bisa berharap dari kekuatan alternatif
seperti para penggerak dan partisipan aksi #GejayanMemanggil.
Murdianto An Nawie mengajar di Program Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan
Giri Ponorogo (mmu/mmu) Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca detik, isi dari
tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di
sini sekarang! gejayan memanggil aksi mahasiswa ruu kontroversial.
Page 92 of 165.

