Page 140 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 140
Title MENAKER PASTIKAN KENAIKAN UMP DITENTUKAN SESUAI ATURAN
Media Name cnnindonesia.com
Pub. Date 19 Oktober 2019
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191019125032-92-440905/menaker-
Page/URL
pastikan-kenaikan-ump-ditentukan-sesuai-aturan
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri 'angkat tangan' menanggapi pro
kontra kenaikan Upah Minimum Provinsi ( UMP ) 2020 sebesar 8,51 persen yang ia
telah tetapkan beberapa waktu lalu. Pro kontra datang dari buruh dan pengusaha .
Hanif 'angkat tangan' karena kenaikan yang ia tetapkan telah mengikuti Peraturan
Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. PP tersebut
menetapkan bahwa formula kenaikan UMP merujuk pada data inflasi dan
pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan patokan kedua indikator, tercatat besar kenaikan UMP 2020 mencapai
8,51 persen. "Saya sebagai menteri ketenagakerjaan hanya menyampaikan data,
jadi bukan saya yang mutusin. Wong sudah aturannya begitu, ini relatively win-win
," ungkap Hanif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/10).
Lebih lanjut, ia meminta pihak-pihak yang masih pro kontra dengan kebijakan itu
untuk menerima saja. Sebab, kebijakan itu sejatinya dirumuskan demi
mengakomodasi harapan dari berbagai pihak.
"Yang penting adalah formula tertentu yang bisa kami sebut win-win.
Hal yang win-win pun kalau ditanyakan satu per satu pihak, ya pasti judulnya saya
belum terlalu setuju. Kalau ada sedikit kontroversi ya wajarlah," tuturnya.
Di sisi lain, ia menilai besaran kenaikan upah sejatinya sudah cukup proporsional
dari segi persentase. "Di masa sekarang, kalau naik 8,51 persen sudah oke lah,"
pungkasnya.
Sebelumnya, Hanif telah mengeluarkan Surat Edaran B-M/308/HI.01.00/X/2019
tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk
Domestik Bruto. Dalam surat itu, Hanif meminta setiap gubernur wajib menetapkan
dan mengumumkan UMP 2020 secara serentak pada 1 November 2019 mendatang.
Persentase UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Angka itu berasal dari inflasi nasional
sebesar 3,39 persen dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12 persen.
(uli/agt).
Page 139 of 329.

