Page 141 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 141
Title REVISI PP JAMINAN KECELAKAAN KERJA BERHARAP SEGERA DITEKEN JOKOWI
Media Name bisnis.com
Pub. Date 19 Oktober 2019
https://finansial.bisnis.com/read/20191019/215/1160951/revisi-pp-jamin an-kecelakaan-
Page/URL
kerja-berharap-segera-diteken-jokowi
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
YOGYAKARTA -- Revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 44 tahun 2015 tentang
Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian
(JKM) hingga kini masih menunggu kepastian dari pemerintah.
Asisten Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat BPJS Ketenagakerjaan Kanwil
Bali, Nusa Tenggara, Papua Erfan Kurniawan mengatakan berkas revisi PP 44
tersebut menunggu ditandatangani oleh presiden Jokowi untuk kemudian diterapkan
kepada peserta.
Dia berharap revisi yang diajukan bisa segera disetujui karena akan berdampak
terhadap peningkatan asas manfaat yang akan diterima oleh peserta baik JKK
maupun JKM tanpa menaikkan jumlah iuran.
Erfan menuturkan, dalam revisi yang diusulkan salah satunya besaran santunan
kematian kecelakaan kerja nantinya akan dinaikkan menjadi Rp42 juta dari
sebelumnya yang hanya Rp24 juta.
Pihaknya juga akan meningkatkan skema santunan kepada ahli waris peserta JKM
dari Rp12 juta menjadi Rp174 juta. Dan pemberian santunan ini akan diberikan
kepada dua orang dari sebelumnya yang hanya satu orang. Beasiswa ini akan
dilakukan secara berkala sejak SD hingga anak tersebut lulus dari perguruan tinggi.
"Ini dilakukan dalam rangka untuk mendukung pelayanan maksimal bagi para
peserta. Oleh sebab itu saya berharap revisi PP ini segera diteken untuk kemudian
dijalankan," ujarnya saat press conference dalam rangkaian kegiatan press
gathering bersama awak media yang digelar oleh BPJS Ketenagakerjaan Kanwil
Banusupa di Yogyakarta, Jumat, (18/10/2019) kemarin.
Kegiatan press gathering yang dilakukan dari 17-19 Oktober tersebut bertujuan
untuk mendukung Aggressive Growth BPJS Ketenagakerjaan pada 2019 yang digelar
sejak 17-19 Oktober.
Page 140 of 329.

