Page 122 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JANUARI 2020
P. 122

Title          ASABRI DISARANKAN DIGABUNG DENGAN BPJS KETENAGAKERJAAN
                Media Name     kompas.com
                Pub. Date      14 Januari 2020
                               https://money.kompas.com/read/2020/01/14/153100826/asabri-disarankan-d igabung-
                Page/URL
                               dengan-bpjs-ketenagakerjaan
                Media Type     Pers Online
                Sentiment      Positive







               PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia alias PT Asabri (Persero)
               diduga terjadi korupsi dan salah menempatkan dana kelolaan hingga rugi lebih dari
               Rp 10 triliun. Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan, pemerintah perlu
               mencari jalan keluar untuk memperbaiki pengelolaan keuangan dan pengawasan di
               Asabri.

               Salah satunya dengan mempercepat penggabungan Asabri dengan BPJS
               Ketenagakerjaan (BPJamsostek) yang semula dijadwalkan pada 2029.

               "Saya usulkan agar Asabri itu masukkan saja ke BPJS Ketenagakerjaan. Karena itu
               sudah ada roadmap-nya (peta jalan) bahwa Asabri dan Taspen akan dimasukkan ke
               BPJS tahun 2029," kata Irvan kepada Kompas.com, Selasa (14/1/2020).

               Irvan menuturkan, penggabungan dengan BPJS Ketenagakerjaan dirasa lebih
               mudah mengingat status Asabri sebagai perusahaan asuransi sosial, bukan
               komersial seperti Jiwasraya. Karena perusahaan asuransi sosial, sudah pasti akan
               lebih sulit bagi Asabri untuk mendapat investor guna menutupi kekurangan dana.


               Namun perlu diingat, percepatan penggabungan tentu harus melalui kajian dan
               konsekuensi plus minusnya. Selain itu, perlu ada perbaikan terlebih dulu dari sisi
               GRC alias tata kelola (governance), pengelolaan risiko (risk management), dan
               kepatuhan (compliance)

               "Tentu harus ada perbaikan lebih dulu, GRC itu yang harus dibenahi dulu," ujar
               Irvan.

               Tak cukup sampai di situ, pemerintah perlu mengejar pelaku yang bertanggung
               jawab atas kerugian yang diderita Asabri. Pelaku wajib membayar kerugian maupun
               dana yang mengalir kepadanya. Sebelumnya diberitakan, Asabri dan Jiwasraya salah
               mengelola penempatan dana. Kabarnya, portofolio saham milik Asabri anjlok hingga
               90 persen. Kerugiannya pun disebut-sebut mencapai lebih dari Rp 10 triliun.

               Disebut-sebut, Asabri punya implikasi politik yang lebih besar ketimbang Jiwasraya.
               Sebab, kasus Asabri yang gagal investasi ini berkaitan langsung dengan TNI/Polri
               sebagai ketahanan nasional. Namun, kesejahteraan TNI/Polri justru bermasalah
               karena asuransi sosialnya mengalami gagal investasi.





                                                      Page 121 of 203.
   117   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127