Page 86 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 OKTOBER 2019
P. 86

Title          188 PERUSAHAAN TEKSTIL BANGKRUT, 68 RIBU BURUH JABAR DI-PHK
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      04 Oktober 2019
                              https://nasional.republika.co.id/berita/pyunkz370/188-perusahaan-tekst il-bangkrut-68-
               Page/URL       ribu-buruh-jabar-diphk
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Hingga kuartal III 201, sebanyak 188 perusahaan tekstil
               dan produk tekstil di Jawa Barat (Jabar) gulung tikar atau relokasi dari wilayah Jabar. Hal
               itu menyebabkan 68 ribu buruh terkena PHK.

               Tim Akselerasi Jabar Juara untuk Bidang Ketenakerjaan Disnakertrans Provinsi Jawa Barat
               Hemasari Dharmabumi mengatakan, kondisi ini terjadi akibat terbukanya keran impor tekstil
               dari Cina. Selain itu, hal ini juga disebabkan oleh ketidakmampuan industri menyesuaikan
               diri dengan teknologi.

               "Industrinya sudah tua dan bahkan di tahun 2019 ternyata masih ada alat tenun yang
               dipakai oleh pabrik garmen di sana yang buka mesin," katanya sela-sela acara Jabar Punya
               Informasi (Japri) di Gedung Sate Bandung, Jumat (4/10).

               Mayoritas, perusahaan garmen di Jabar yang gulung tikar itu berasal di wilayah Majalaya,
               Kabupaten Bandung. Kebanyakan, perusahaan yang relokasi berpindah ke Jawa Tengah.

               Oleh karena itu, kata dia, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi
               Jabar telah melakukan berbagai upaya agar keberadaan pabrik tekstil yang ada saat ini
               tidak gulung tikar seperti kebijakan pengupahan. Kebijakan ini sedang diupayakan dengan
               menggalang seluruh stakeholder di bidang garmen.

               "Saat ini perusahaan ada perkumpulan baru yaitu Perkumpulan Perusahaan Tekstil Jabar
               yang anggotanya sudah 340 pabrik garmen," katanya.

               Pihaknya juga mendorong agar serikat pekerja perusahaan garmen memiliki keanggotaan
               yang cukup agar membuat Rembug Jabar untuk menyelamatkan industri tekstil dan
               garmen. Kegiatan ini dilakukan untuk menyelematkan industri tekstil dan garmen tersebut
               bentuknya LKS Tripartit Sektoral.

               Menurut Ketua Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (Ikatsi) Suharno Rusdi, saat ini industri
               dalam negeri terutama tekstil harus bersaing dengan serbuan produk impor yang
               membanjiri pasar Indonesia. Dengan harga yang lebih murah, masyarakat lebih memilih
               produk tersebut padahal kualitasnya belum tentu lebih bagus dari produk buatan pabrik
               tekstil lokal.

               Oleh karena itu, Suharsono meminta pada pemerintah agar bisa lebih giat melakukan
               pengawasan dan bisa tegas untuk meminimalisasi produk luar negeri. Jangan sampai
               produk yang sejenis buatan dalam negeri justru kalah bersaing dengan barang impor.

               "Maka harus ada penjagaan ketat, kalau bisa pajak bea masuk itu dinaikan," katanya.





                                                       Page 85 of 112.
   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91