Page 387 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2020
P. 387

Dalam kondisi normal, hampir setiap bulan dia memandu rombongan wisata ke luar
               negeri. Sejak sebaran COVID-19 masif, orang-orang urung berwisata.


               Alhasil, penghasilan bulanan Ana tergerus 70 persen. Sebagai pemandu wisata,
               sebagian besar pemasukannya didapat dari uang perjalanan.

               Sejak konsumen sepi, dia hanya mendapat gaji pokok. Pencairannya bulan lalu pun
               terlambat hampir sepekan. Bulan depan kondisinya akan lebih berat.

               "Manajer bilang gaji pokok bakal dipotong 30-50 persen," ungkap Ana.

               Baginya, kondisi itu jelas bikin pusing. Setiap bulan Ana masih harus membayar
               indekos. Ia juga harus mengirim uang ke orang tua di kampung halaman.

               Belum lagi, ada biaya kuliah adiknya yang harus ditanggung. Ana harus bersiasat
               mencari kerja sambilan untuk bertahan hidup di ibu kota. Ia berharap masa
               pandemi segera berakhir.


               "Pemerintah bilang tanggap darurat diperpanjang sampai tanggal 19. Tapi enggak
               tahu ini diperpanjang lagi apa enggak," katanya dengan nada tidak yakin.


               Di Jakarta, tercatat 30.137 orang yang sudah di-PHK. Kepala Dinas Tenaga Kerja,
               Transmigrasi, dan Energi, Andri Yansyah mengatakan 172.447 pekerja lainnya
               dirumahkan tanpa mendapat gaji.


               Pemprov DKI Jakarta kini tengah menggenjot pendataan tenaga kerja terdampak
               penyebaran penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru.


               Mereka akan diarahkan untuk mendapat bantuan dari pemerintah pusat berupa
               Kartu Prakerja. DKI Jakarta, menurut Andri, kebagian kuota sebanyak 1,6 juta.


               "Kami dikejar-kejar terus datanya. Bukan hanya dari Kementerian Ketenagakerjaan,
               tapi juga dari Kemenko Perekonomian," Andri menuturkan.

               Gelagat gelombang PHK dan perumahan pekerja terjadi di semua daerah di seluruh
               Indonesia. Data Kementerian Ketenagakerjaan per 7 April 2020 mencatat 1,2 juta
               pekerja telah dirumahkan dan terkena Pemutusan Hubungan Kerja.


               Sekitar 39.977 perusahaan melakukan PHK dan merumahkan 1.010.579 karyawan
               tanpa gaji. Sementara dari sektor usaha informal, terdapat 34.453 perusahaan
               dengan jumlah pekerja yang di-PHK maupun dirumahkan sebanyak 189.452 orang.

               "Total jumlah perusahaan yang merumahkan pekerja dan PHK sebanyak 74.430
               perusahaan, dengan jumlah pekerja/buruh/tenaga kerja sebanyak 1.200.031 orang,
               " kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah melalui keterangan tertulis, Rabu
               (8/4).









                                                      Page 386 of 394.
   382   383   384   385   386   387   388   389   390   391   392