Page 162 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 162

Adi  beralasan  manuver  KSPI  untuk  menghitung  besaran  kenaikan  UMP  2022  menggunakan
              Peraturan Pemerintah atau PP No. 78/2015 tentang Pengupahan justru mengalami penurunan
              yang signifikan.

              Adapun Depenas dari perwakilan pengusaha dan pekerja sudah melakukan uji petik di empat
              pasar yang ada di Ibu Kota untuk menguji proyeksi kenaikan upah sebesar 10 persen lewat
              skema PP No. 78/2015. Melalui PP itu, 64 standar kebutuhan hidup layak atau KHL menjadi salah
              satu komponen penting penghitung besaran UMP di tahun berjalan.

              "Memang ada pernyataan berdasarkan KHL makanya muncul kebutuhan 7 sampai 10 persen,
              apakah benar hasil survei, kami sudah uji petik di 4 pasar di DKI buat penyeimbang saja betul
              atau tidak, kurang tepat saya kira," kata Adi saat mengadakan konferensi pers, Jakarta, Selasa
              (2/11/2021).

              Empat pasar yang disurvei Depenas di antaranya Pasar Senen, Pasar Cipinang Jaya, Pasar Koja
              dan Pasar Sukapura. Survei di Pasar Senen mencatatkan KHL pekerja di angka Rp3.654.386,
              Pasar Sukapura sebesar Rp3.593.746, Pasar Koja mencapai Rp3.702.995 dan Pasar Cipinang
              Jaya sebesar Rp3.632.550.

              "Jika keempat pasar yang ada di DKI itu kita rata-ratakan kurang lebih kebutuhannya hanya
              Rp.3.646.919  dengan  begitu  jenjang  kenaikan  di  tahun  berjalan  ini  kurang  lebih  kalau
              dipersentasekan itu 21 persen," kata dia.

              Dengan demikian, perolehan itu terpaut 21 persen dari UMP 2021 DKI Jakarta yang saat ini
              sudah sebesar Rp4.416.186 atau mengalami penurunan sebesar Rp770.267.

              Sebelumnya,  Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  Said  Iqbal  meminta
              kenaikan  Upah  Minimum  Provinsi  (UMP)  tahun  depan  mencapai  7  hingga  10  persen.  Said
              beralasan perhitungan itu sudah menggunakan standar 64 jenis kebutuhan hidup layak atau
              KHL.
              Dia  menambahkan  terdapat  kenaikan  harga  barang-barang  mencapai  7  persen  lewat
              perhitungan 60 jenis KHL buruh tersebut. Dari survei KSPI, kenaikan harga KHL itu berasal dari
              biaya transportasi hingga bahan pokok.

              Adapun,  Said  menegaskan,  KSPI  menolak  manuver  Kementerian  Ketenagakerjaan  yang
              menggunakan Peraturan Pemerintah (PP) No. 36/2021 tentang Pengupahan yang merupakan
              turunan  Undang  Undang  (UU)  No.  11/2020  tentang  Cipta  Kerja  (Ciptaker)  sebagai  dasar
              perhitungan penetapan UMP tahun depan. Alasannya, UU Ciptaker itu masih diuji materiil atau
              judicial review di Mahkamah Konstitusi.

              "Kalau judicial review dikabulkan berarti PP No. 36 gugur. Bagaimana mungkin pemerintah tidak
              menghormati  proses  hukum  yang  sedang  berlangsung.  Omnibus  Law  Ciptaker  tidak  bisa
              digunakan sebagai dasar perhitungan UMP 2022," kata dia.
















                                                           161
   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167