Page 160 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 160

mendesak Gubernur Banten Wahidin Halim untuk menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan
              Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2022.
              Buruh meminta kenaikan UMP sebesar 8,9 persen. Sedangkan UMK naik sebesar 13,5 persen.

              Salah satu perwakilan buruh, Ahmad Syaukani mengatakan, buruh meminta Gubernur Banten
              segera menaikkan UMP dan UMK sesuai dengan kebutuhan hidup layak. "Kita meminta UMP naik
              sebesar 8,9 persen," kata Syaukani.

              Salah satu dasar usulan kenaikan UMP, lanjut Syaukani adalah pertumbuhan ekonomi tahun ke
              tahun. "Dasarnya itu pertumbuhan ekonomi di bulan Oktober," katanya.

              Pihaknya juga meminta kenaikan UMK 2022 sebesar 13,5 persen. "Kita sudah survei pasar di
              daerah-daerah soal kebutuhan hidup layak. Dan hasil survei kita meminta kenaikan UMK sebesar
              13,5 persen. Selain itu kita juga meminta pemerintah secara tegas mendesak pengusaha agar
              menerapkan UMSK (Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota-red) 2021 dan 2022," katanya.

              Mengenai UMSK sendiri, dirinya menilai, hal itu merupakan kesepakatan antara buruh dengan
              pengusaha. "UMSK itu kan perundingan, kesepakatan dengan pengusaha. Kaya di Tangerang
              Raya, kita sudah sepakat memberlakukan UMSK 2021, tapi.di daerah lain kan belum," ujarnya.

              Dirinya  menmabahkan, pihaknya  juga  menuntut  pemerintah  pusat  untuk  mencabut  Undang-
              undang (UU) Omnibuslaw Cipta Kerja. "Kami meminta PKB (Perjanjian Kerjasama Buruh) tanpa
              Omnibuslaw," tandasnya.
              Diketahui, UMP Banten 2021 sebesar Rp2.460.994,54. Sedangkan rincian untuk UMK2021 yaitu
              Kabupaten Pandeglang Rp2.800.292,64, Kabupaten Lebak Rp2.751.313,81, Kabupaten Serang
              Rp4.251.180,86.  Kabupaten  Tangerang  menjadi  Rp4.230.792,65,  Kota  Tangerang  menjadi
              Rp4.262.015,37.
              Kota  Tangerang  Selatan  Rp4.230.792,65,  Kota  Serang  Rp3.830.549,10  dan  Kota  Cilegon
              Rp4.309.772,6.

              (Mir/Red).


































                                                           159
   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165