Page 161 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 161
Judul Depenas: Permintaan KSPI UMP 2022 Naik 10 Persen Tidak Berdasar
Nama Media bisnis.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://ekonomi.bisnis.com/read/20211102/12/1461230/depenas-
permintaan-kspi-ump-2022-naik-10-persen-tidak-berdasar
Jurnalis Nyoman Ary Wahyudi
Tanggal 2021-11-02 17:59:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Adi Mahfud (Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional atau Depenas) Memang ada
pernyataan berdasarkan KHL makanya muncul kebutuhan 7 sampai 10 persen, apakah benar
hasil survei, kami sudah uji petik di 4 pasar di DKI buat penyeimbang saja betul atau tidak,
kurang tepat saya kira
neutral - Adi Mahfud (Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional atau Depenas) Jika keempat
pasar yang ada di DKI itu kita rata-ratakan kurang lebih kebutuhannya hanya Rp.3.646.919
dengan begitu jenjang kenaikan di tahun berjalan ini kurang lebih kalau dipersentasekan itu 21
persen
negative - Said Iqbal (Presiden KSPI) Kalau judicial review dikabulkan berarti PP No. 36 gugur.
Bagaimana mungkin pemerintah tidak menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.
Omnibus Law Ciptaker tidak bisa digunakan sebagai dasar perhitungan UMP 2022
Ringkasan
Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional atau Depenas Adi Mahfud mengatakan permintaan
kenaikan upah minimum provinsi atau UMP 2022 mencapai 10 persen dari Konfederasi Serikat
Pekerja Indonesia (KSPI) tidak memiliki dasar perhitungan yang akurat. Adi beralasan manuver
KSPI untuk menghitung besaran kenaikan UMP 2022 menggunakan Peraturan Pemerintah atau
PP No. 78/2015 tentang Pengupahan justru mengalami penurunan yang signifikan.
DEPENAS: PERMINTAAN KSPI UMP 2022 NAIK 10 PERSEN TIDAK BERDASAR
JAKARTA -- Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional atau Depenas Adi Mahfud mengatakan
permintaan kenaikan upah minimum provinsi atau UMP 2022 mencapai 10 persen dari
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) tidak memiliki dasar perhitungan yang akurat.
160

