Page 217 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 APRIL 2020
P. 217

Title          AMNESTY: OMNIBUS LAW CIPTA KERJA TAK SESUAI HUKUM GLOBAL
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      08 April 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200408130730-32-491598/amnesty -omnibus-
               Page/URL
                              law-cipta-kerja-tak-sesuai-hukum-global
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative








               Jakarta - Amnesty International Indonesia menyatakan rancangan undang-undang
               (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja yang diusulkan pemerintahan Presiden RI Joko
               Widodo ( Jokowi ) tidak sesuai dengan aturan hukum internasional.

               Selain itu bermasalah secara substansi, Direktur Eksekutif Amnesty International
               Indonesia Usman Hamid mengatakan RUU tersebut pun dalam pembahasannya
               minim transparansi.

               "Perubahan ketentuan ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja tidak konsisten
               dengan kewajiban hukum internasional Indonesia karena dapat membuka ruang
               yang lebih luas untuk eksploitasi pekerja serta memangkas hak-hak pekerja," kata
               Usman kepada CNNIndonesia.com , Rabu (8/4).

               Dalam sisi transparansi, Amnesty mengkritik pemerintah tidak memenuhi hak
               partisipasi publik, terutama kaum buruh, dalam perumusan RUU ini. Padahal Pasal
               25 Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR) dan Paragraf 5
               Komentar Umum Nomor 25 Tahun 1996 telah menjamin hak warga negara untuk
               berpartisipasi dalam urusan publik.

               Selain itu, pemerintah juga tidak menjalankan rekomendasi Organisasi Buruh
               Internasional (ILO) dalam beberapa konvensi tentang tripartit. ILO menegaskan
               pekerja punya hak untuk terlibat dalam konsultasi bersama pemerintah dan
               pengusaha.

               Kemudian terkait substansi, Amnesty menyoroti empat hal dalam RUU ini. Pertama,
               terkait ketidakadilan dalam perumusan upah minimum pekerja yang tak sesuai
               Kovenan Internasional Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya (ICESCR).

               Amnesty mengkritik penghapusan upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang
               berpotensi menimbulkan ketidakadilan. Mereka juga memprotes penentuan upah
               dengan mengacu kebutuhan hidup layak saat pekerja masih lajang.

               "Ketentuan ini bertentangan dengan standar pengaturan upah minimum yang adil,"
               tutur Usman.

               Massa buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam aksi Gerakan Tolak Omnibus
               Law (Getol) Cipta Kerja di Surabaya beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Farid)



                                                      Page 216 of 234.
   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221   222