Page 214 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 APRIL 2020
P. 214

Sebelumnya, Buruh se-Jabodetabek yang tergabung dalam Konfederasi Serikat
               Pekerja Indonesia (KSPI) berencana akan berdemo pada pertengahan April 2020
               sebagai reaksi atas kesewenangan DPR RI yang masih membahas RUU Omnibus
               Law Cipta Kerja di saat pandemi virus corona COVID-19.

               Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan setidaknya ada 50 ribu buruh yang siap turun
               ke depan gedung DPR RI untuk mendesak pembatalan RUU Omnibus Law Cipta
               Kerja.

               Iqbal menyebut para buruh akan tetap melakukan aksi meski di tengah pandemi
               virus corona COVID-19.

               "Buruh tidak gentar dengan resiko tentang corona maupun adanya larangan
               mengumpulkan banyak orang. Karena saat ini buruh menghadapi dua ancaman
               serius terhadap hidupnya dan keluarganya," kata Iqbal dalam keterangan pers,
               Jumat (3/4/2020).

               "Yaitu yang pertama, ancaman nyawa yang hilang karena belum diliburkan di saat
               pandemi corona. Dan yang kedua adalah ancaman masa depan buruh yang
               terpuruk karena omnibus law RUU Cipta Kerja yang akan dibahas oleh Panja Baleg,"
               lanjutnya.

               Para buruh mempertanyakan sikap pimpinan dan anggota DPR RI. Mengapa yang
               akan dibahas lebih dulu adalah Omnibus Law RUU Cipta Kerja dibandingkan
               omnibus law RUU Ibukota yang lebih dahulu masuk.

               "Ini kepentingan siapa? Patut diduga, tangan-tangan kekuatan modal sedang
               bekerja di DPR?" ujarnya.

               Menurut Iqbal seharusnya ada dua hal yang lebih penting didiskusikan di DPR
               ketimbang membahas Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang ditentang keras kalangan
               buruh, mahasiswa, masyarakat adat, tokoh masyarakat dan agama, serta elemen
               masyarakat lain.

               Pertama, DPR bersama pemerintah fokus memikirkan cara yang efektif dan cepat
               untuk mengatasi penyebaran virus corona. Salah satunya dengan meliburkan buruh
               dengan tetap membayar upah penuh, sebagai langkah social distancing. Sampai
               hari ini jutaan buruh masih bekerja di perusahaan, dengan kondisi yang terancam.

               Kedua, DPR seharusnya fokus memberikan masukan terhadap Pemerintah dengan
               melakukan fungsi pengawasan dan legislasi terhadap potensi ancaman PHK yang
               akan terjadi akibat adanya pandemi corona dan pasca pandemi.











                                                      Page 213 of 234.
   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219