Page 186 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 APRIL 2020
P. 186

Title          DPR MINTA JOKOWI BIKIN SURAT TUNDA OMNIBUS LAW, BUKAN MEDSOS
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      28 April 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200428111908-32-497969/dpr-min ta-jokowi-
               Page/URL
                              bikin-surat-tunda-omnibus-law-bukan-medsos
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Jakarta - Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Willy Aditya meminta Presiden
               Joko Widodo mengirim surat resmi jika berniat menunda pembahasan RUU Omnibus
               Law Cipta Kerja secara menyeluruh. Willy mengkritik status Jokowi di Twitter dan
               Instagram yang menyebut pemerintah dan DPR sepakat menunda pembahasan RUU
               itu. Padahal belum ada surat resmi yang disampaikan pemerintah.

               "Ini kan lembaga negara, lembaga negara kan harus tergantung official. Suratnya
               mana? Baru nanti kita respons berdasarkan surat, bukan status," kata Willy saat
               dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (28/4).

               Jokowi memang sempat menyebut penundaan pembahasan RUU Ombibus Law
               Cipta Kerja lewat berbagai media sosialnya. Namun status itu diturunkan dan diganti
               dengan pernyataan menunda pembahasan klaster ketenagakerjaan dari RUU
               tersebut. Status medsos Jokowi itu sempat menjadi sorotan dalam Rapat Dengar
               Pendapat Umum (RDPU) Baleg DPR RI pada Senin (27/4). Namun Baleg bersepakat
               tidak mengindahkan pernyataan Jokowi tersebut karena tidak disampaikan lewat
               surat resmi.

               "Kalau itu maunya, berarti Pak Presiden melalui menteri, khususnya Menko
               Perekonomian, kita raker ulang," tuturnya.

               Meski begitu, Willy menilai pemerintah hanya akan menunda klaster
               ketenagakerjaan. Jika begitu, maka tidak diperlukan surat resmi dari pemerintah.

               "Karena sudah sesuai dengan jadwal yang disusun Baleg dalam raker bersama Pak
               Menko Perekonomian, Pak Menkumham, dan Bu Menteri Ketenagakerjaan. Klaster
               ketenagakerjaan dibahas belakangan," ucapnya.

               Sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan penundaan pembahasan klaster
               ketenagakerjaan RUU Omninus Law Cipta Kerja. Keputusan itu diambil setelag
               pertemuan tertutup antara Jokowi dengan tiga pimpinan serikat buruh.

               Meski klaster ketenagakerjaan ditunda, pembahasan RUU tetap berjalan sesuai
               jadwal. Kemarin, Senin (27/8), Baleg DPR RI menggelar RDPU untuk menjaring
               pendapat dari berbagai pakar dan praktisi.





                                                      Page 185 of 261.
   181   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191