Page 230 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 230
Mekar Sari, Balikpapan Tengah, Prapatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur,
Jumat (17/1/2020).
Menaker Ida menegaskan menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 yang ditandai
dengan inovasi, otomatisasi, internet of things, artificial intelligence dan fleksibiltas
pola kerja, perusahaan harus dapat melakukan upaya konkrit terhadap pelaksanaan
K3 di lingkungan masing-masing agar budaya K3 berbasis teknologi informasi.
"Perkembangan teknologi informasi mengharuskan kita melakukam terobosan
dengan inovasi-inovasi baru dalam menterjemahkan K3. Kita juga butuh SDM
kompeten dan saya lihat Pertamina menjawabnya dengan meningkatkan SDM
pengelola K3," ujarnya.
Menaker Ida menyebut kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian,
kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat
mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Kecelakaan kerja juga mempengaruhi indeks pembangunan manusia (IPM) dan
indeks pembangunan ketenagakerjaan (IPK).
"Saya kira Pertamina termasuk perusahaan yang dipacu untuk terus meningkatkan
produktivitasnya. Mudah-mudahan menjadi perusahaan nasional berkelas dunia dan
menjadi energi tersendiri bagi pembangunan nasional," kata Menaker Ida.
Menaker berharap agar K3 tidak dianggap sebagai penghambat investasi melainkan
menjaga investasi. Sebab pelaksanaan K3 menyangkut nyawa dan kesehatan
manusia serta keberlangsungan perusahaan.
Jadi Menaker berharap K3 menjadi prioritas dan budaya, bukan karena tuntutan
Undang-Undang.
Menaker Ida juga berharap Pertamina RU V sebagai bagian perusahaan BUMN yang
memiliki potensi bahaya tinggi, ikut mendorong dan memotivasi perusahaan lain di
sekitarnya agar pelaksanaan K3 sapat berjalan secara efisien dan efektif.
"Saya harap semua pihak di Pertamina Balikpapan melakukan upaya konkrit
pelaksanaan K3, dengan lompatan inovasi dan Pertamina diharapkan menjadi
bagian penting mensupport bagaimana peningkatan produktivitas tenaga kerja,"
katanya
Dalam kunker ke Pertamina Balikpapan, Menaker Ida didampingi Anggota Komisi IX
DPR RI Anggi Ermani; Plt. Dirjen Binwasnaker & K3 Iswandi Hari; Direktur PNK3
Razmahadi dan Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan
Daerah HM Yadi Robyan Noor.
Kepada Direktur SDM Pertamina Koeshartanto; VP Projek HSSE Dit. Megaproyek
Pengolahan dan Petrokimia Sahadi; GM Refinery Unit V Balikpapan Mulyono dan
Page 229 of 267.

