Page 226 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 226
"Pada 30 Desember 2019, KBRI membantu AN membelikan tiket menggunakan
uang AN sendiri seharga SAR 2.184 (sekitar Rp 8 juta). Adapun sisa uangnya
diberikan kepada AN saat hendak terbang menuju tanah air," tutur Agus.
Agus menyebut ada aturan soal pembelian tiket dengan uang sendiri bagi WNI
yang masih memiliki uang. Menurut Agus, Anik juga sudah diberi tahu soal hal
tersebut.
"Saat tiba di transit house, KBRI sudah menegaskan kepada AN bahwa mengingat
AN memiliki uang, maka pembelian tiket atas beban AN. Ketentuan ini berlaku untuk
semua PMI/WNI yang memiliki uang dan tinggal sementara di transit house," jelas
Agus.
Agus mengakui harga tiket tersebut memang termasuk mahal, namun kondisi
kesehatan Anik membuat dirinya harus segera pulang. Pihak KBRI pun mengantar
dan memastikan kelancaran kepulangan Anik hingga ke Bandara King Khaled di
Riyadh.
"Sebagai tambahan informasi, sehubungan dengan program amnesti Pemerintah
Arab Saudi, pada 2017 KBRI telah menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor
(SPLP) untuk AN. Saat itu, AN tercatat telah overstay dan bekerja secara ilegal,
tetapi AN tidak menggunakan kesempatan amnesti tersebut untuk segera kembali
ke Indonesia," ujar Agus.
Disnakertrans Pemkab Blitar sebelumnya mengirim surat pengaduan ke Kemlu dan
KBRI Riyadh yang isinya berupa pengaduan Anik. Selain itu, Disnakertrans juga
menyoroti perilaku oknum Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga
Kerja Indonesia (BNP2TKI), yang mengambil uang sakunya saat tiba di Indonesia.
Anik Widayati pun menceritakan proses kepulangannya ke Indonesia di depan
Kepala Disnakertrans Pemkab Blitar, Haris Susianto. Petugas KBRI Riyadh
disebutnya meminta uang untuk membeli tiketnya pulang ke Indonesia sebesar Rp 8
juta.
Tiba di Bandara Soekarno Hatta, seorang petugas BNP2TKI mendata identitasnya
dan memeriksa barang-barang wanita asal Desa Maron Kecamatan Srengat ini. Saat
mendata itulah, dua tas kecil Anik diamankan oleh petugas lain yang tidak memakai
seragam.
"Dia bilang, uangmu tinggal 1.120 real kan. Saya jawab, oh tidak. Uang saya masih
2.120 real. Lalu saya melihat petugas itu memasukkan uang dari dalam tas kecil
saya ke dalam saku celananya. Dan ketika saya hitung lagi, uang saya tinggal 1.120
real," kata Anik di rumahnya Desa Maron Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar,
Kamis (16/1).
(haf/imk)
Page 225 of 267.

