Page 224 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 224

Sementara Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, ketika ditanya wartawan di
               Jakarta, Senin (13/1/2020), enggan menjelaskan panjang lebar soal Omnibus Law
               ini. Ia hanya mengatakan, semuanya sedang dibahas di Menko Perekonomian dan
               pemerintah menampung semua masukan dari semua pemangku kepentingan dan
               masyarakat. Ketika ditanya mengapa pekerja dan buruh tidak dilibatkan dalam
               perumusan Omnibus Law, Ida enggan menjawab dan seperti biasa kabur dari
               wartawan.

               Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo dalam pidato pertamanya setelah
               dilantik sebagai Presiden RI 2019-2024, Minggu (20/10/2019), mengatakan,
               pemerintah membuat sebuah konsep hukum perundang-undangan yang disebut
               Omnibus Law.


               Menurut Jokowi, melalui Omnibus Law, akan dilakukan penyederhanaan kendala
               regulasi yang saat ini berbelit dan panjang. Rencananya, Jokowi ingin mengajak
               DPR untuk menggodog 2 UU besar. Pertama, UU Cipta Lapangan Kerja dan kedua,
               UU Pemberdayaan UMKM.

               "Masing-masing UU tersebut akan menjadi Omnibus Law, yaitu satu UU yang
               sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU," kata Jokowi.


               Sebelumnya, pakar Hukum Tata Negara Bivitri Savitri menjelaskan, Omnibus Law
               merupakan sebuah UU yang dibuat untuk menyasar isu besar yang ada di suatu
               negara. "Omnibus Law itu satu UU yang dibuat untuk menyasar isu besar dan
               mungkin mencabut atau mengubah beberapa UU," kata Bivitri.

               Undang-undang ini dimaksudkan untuk merampingkan regulasi dari segi jumlah.
               Selain itu, menyederhanakan peraturan agar lebih tepat sasaran.

               "Idealnya bukan cuma penyederhanaan dari segi jumlah, tapi juga dari segi
               konsistensi dan kerapihan pengaturan. Jadi bisa prosedur juga lebih bisa sederhana
               dan tepat sasaran, idealnya ya," ujar Bivitri. Menurut dia, terobosan ini akan sangat
               menantang jika dilakukan di Indonesia. Pasalnya Indonesia belum pernah
               menerapkan Omnibus Law sebelumnya.

               Ia menilai, Presiden Jokowi mungkin terinspirasi dari negara-negara lain yang sudah
               pernah mempraktikkannya. "Tidak akan mudah, karena praktik pertama dan banyak
               isu yang dibahas. Prosesnya tidak mudah secara politik, karena masih asing buat
               politisi. Mungkin DPR belum punya kemampuan dan dukungan teknis yang
               dibutuhkan untuk membahas model UU seperti ini karena baru. Ya, lebih
               challenging," kata dia.

               Secara proses pembuatan, Bivitri menyebut tidak ada perbedaan dengan proses
               pembuatan UU pada umumnya. "Prosesnya ya seperti biasa saja bikin UU. Hanya
               nanti UU-nya isinya tegas mencabut atau mengubah beberapa UU yang terkait. Jadi
               butuh negosiasi dengan fraksi-fraksi di DPR nantinya," kata dia.

               Sumber: Suara Pembaruan




                                                      Page 223 of 267.
   219   220   221   222   223   224   225   226   227   228   229