Page 149 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 MEI 2020
P. 149

KEMENAKER DIMINTA RATIFIKASI KONVENSI ILO 188 LINDUNGI ABK WNI DI LUAR
               Title
                              NEGERI
               Media Name     merdeka.com
               Pub. Date      13 Mei 2020
                              https://www.merdeka.com/uang/kemenaker-diminta-ratifikasi-konvensi-ilo -188-lindungi-
               Page/URL       abk-wni-di-luar-negeri.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative











               Kementerian Kemaritiman dan Investasi mempertanyakan kehadiran Kementerian
               Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada awak kapal perikanan
               yang bekerja untuk kapal asing. Sebab, Kemenaker tidak menganggap penting
               ratifikasi konvensi ILO 118.

               "Kemenaker menganggap tidak meratifikasi konvensi ILO karena itu dianggap tidak
               penting," kata AsDep Keamanan dan Ketahanan Maritim Kemenko Kemaritiman dan
               Investasi, Basilio Dias Araujo dalam diskusi virtual bertajuk 'Memperbaiki Tata Kelola
               Awak Kapal Perikanan Indonesia', Jakarta, Rabu (13/5).

               Basilio menuturkan Kemenaker tidak meratifikasi konvensi ILO 188 karena sudah
               melakukan ratifikasi terhadap Maritim Labour Convention (MLC) tahun 2006, yang
               merupakan konvensi payung untuk 8 konvensi ILO khusus bagi pekerja maritim.
               Namun dalam konvensi ini tidak mengatur pekerja di kapal perikanan. Hal tersebut
               terdapat pada pasal 2 ayat (4). "Konvensi ini tidak berlaku untuk kapal perikanan,"
               ujar Basilio.

               Dia khawatir Kementerian Ketenagakerjaan tidak memperhatikan hal ini, sehingga
               menganggap ratifikasi konvensi ILO 188 tidak penting. Untuk itu Basilio tak heran
               jika terjadi kekerasan bagi ABK yang bekerja di kapal perikanan asing. Sebab
               kementerian pimpinan Ida Fauziyah itu menutup mata

               "Berarti Kemenaker menutup mata tentang perlindungan, jadi hal yang wajar kalau
               kerja di kapal perikanan seperti itu," ungkap Basilio.

               Dia menambahkan, ada anggapan bahwa sudah ada aturan yang dibuat pemerintah
               untuk melindungi awak kapal. Misalnya UU Nomor 18 tahun 2017 tentan
               Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan UU Nomor 7 tahun 2016 tentang
               Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Pertambangan
               Garam. Sayangnya, aturan tersebut hanya berlaku untuk di dalam negeri.
               Sementara ABK kapal asing bekerja di luar teritorial Indonesia. "Ada anggapan
               bahwa di undang-undang kita juga ada kok aturannya, tapi kan itu hanya berlaku di
               dalam negeri, tidak berlaku di luar negeri," tandasnya.





                                                      Page 149 of 211.
   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153   154