Page 188 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MEI 2020
P. 188

"THR ini hanya diberikan seluruh pelaksana dan seluruh TNI, Polri, Hakim, dan
               Hakim Agung yang setara dengan jabatan eselon III. Eselon I dan II dan fungsional
               setara dan pejabat negara tidak akan mendapatkan THR ," jelas Sri Mulyani.

               Bagaimana dengan Pegawai Swasta? Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah
               menegaskan pengusaha wajib membayar Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan
               kepada pekerja/buruh sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

               Menurutnya, ada sanksi yang akan diberikan bagi perusahaan yang tidak memenuhi
               hak-hak para pekerjanya.

               "Ada sanksi buat perusahaan yang tidak membayar sama sekali? Sesuai ketentuan
               perundang-undangan, secara administrasi, tetap ada dendanya. Itu pun juga harus
               dibicarakan dan kemudian pengusaha melaporkan hasil kesepakatannya ke dinas
               ketenagakerjaan setempat," kata Ida di Jakarta, Sabtu (9/5/2020).

               Sanksi tersebut merujuk Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HI.00.01/V/2020 Tentang
               Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di
               Perusahaan Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

               "THR adalah pendapatan non upah yang harus dibayar pengusaha kepada pekerja
               ini sesuai dengan ketentuan PP 78/2015 tentang Pengupahan," ujarnya.

               Disebutkan dalam SE THR bahwa perusahaan yang tidak mampu membayar THR
               pada waktu yang ditentukan, solusinya adalah melalui dialog terbuka antara
               pengusaha dengan pekerja/buruh.

               Menaker Ida meminta pengusaha harus transparan membuka kondisi keuangannya
               berdasarkan laporan keuangan internal perusahaan.

               "Segera dialogkan secara bipartit. Pengusaha dan pekerja mencari jalan bersama
               bagaimana mengatasi pembayaran THR ini. Apakah dilakukan secara bertahap,
               kalau ditunda sampai kapan atau caranya bagaimana," imbau Ida.

               Menaker juga mengharapkan Gubernur untuk membentuk Pos Komando (Posko)
               THR Keagamaan Tahun 2020 di masing-masing provinsi dengan memperhatikan
               protokol kesehatan Covid-19.

               Adapun Gubernur diminta untuk menyampaikan SE THR kepada Walikota dan Bupati
               serta pemangku kepentingan di wilayahnya.

               Dalam penyusunan SE THR Keagamaan, Kemnaker telah melakukan beberapa kali
               dialog dengan para pengusaha yang tergabung dalam Apindo serta dialog dengan
               Serikat Pekerja/Serikat Buruh.[?][?][?][?][?] Sumber: Kontan/Tribunnews.com.








                                                      Page 187 of 243.
   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193