Page 114 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 114
Title MENAKER AKUI RUU OMNIBUS LAW DIBUAT DEMI TURUNKAN PESANGON
Media Name liputan6.com
Pub. Date 20 Februari 2020
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4183911/menaker-akui-ruu-omnibus- law-dibuat-
Page/URL
demi-turunkan-pesangon
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyebut Rancangan Undang-
Undang (RUU) Cipta Kerja lahir karena perusahaan menilai pesangon dalam
Undang-Undang N0 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan terlalu tinggi.
"Di undang-undang No.13 tahun 2003 (Ketenagakerjaan), cukup tinggi
pesangonnya," tegasnya seusai mengisi acara Rapat Koordinasi Kepala Disnaker di
Kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (20/2/2020).
Berdasarkan data yang di himpun tim kementeriannya, yang menunjukan tingkat
kepatuhan perusahaan masih rendah dalam memberikan pesangon terhadap
pekerjanya.
"Tingkat kepatuhan perusahaan rendah, karena perusahaan tidak mampu
membayar pesangon," imbuh dia.
Untuk mengatasi keluhan dari perusahaan terkait pesangon yang di nilai
memberatkan, maka dibentuklah RUU Cipta Kerja yang diharapkan mampu
memberikan pelindungan terhadap hak pekerja atau buruh.
"Kepastian bagi pekerja untuk perlindungan pesangon ," paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ida Fauziyah menjanjikan tiga kebijakan baru, bagi
pekerja atau buruh yang menjadi korban PHK. seperti; Jaminan kehilangan
pekerjaan berupa pemberian cash benefit (uang saku), Pelatihan vokasi, dan akses
penempatan (pekerjaan).
"Ini, yang tidak ada di Undang-Undang lama (Undang-Undang Ketenagakerjaan N0
13 Tahun 2003)," tuturnya.
Ida kemudian mengingatkan bahwa dalam RUU Cipta Kerja masih diberlakukannya
sanksk pidana bagi perusahaan yang tidak membayar pesangon sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan. Namun, saat ditanyakan apakah perusahaan skala
besar juga melakukan pelanggaran, Ia masoh menunggu laporan tim
kementeriannya."Saya lihat detainya nanti," pungkas dia.
Reporter: Sulaeman Sumber: Merdeka.com.
Page 113 of 174.

