Page 134 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 134
Title INDONESIA DIPREDIKSI JADI PENGHASIL TENAGA KERJA MURAH JIKA RUU CIPTA KERJA
DISAHKAN
Media Name kompas.com
Pub. Date 20 Februari 2020
Page/URL https://nasional.kompas.com/read/2020/02/20/18442121/indonesia-dipredi ksi-jadi-
penghasil-tenaga-kerja-murah-jika-ruu-cipta-kerja
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
JAKARTA, - Ketua Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi
(Sindikasi) Ellena Ekarahendy berpendapat, Indonesia berpotensi menjadi negara
penghasil tenaga kerja berupah murah jika draf omnibus law RUU Cipta Kerja
disahkan menjadi undang-undang (UU).
"Jika disahkan tahun ini, dalam 10-15 tahun ke depan, kita akan terkenal sebagai
negara penyuplai tenaga kerja (dengan upah) murah, atau negara yang
mempraktikkan perbudakan modern," ujar Ellena dalam konferensi pers di Kantor
WALHI, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2020).
Menurut Ellena, aturan yang menyangkut ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja
sangat mengancam para pekerja muda.
Mengingat, pada kurun 2030-2045 Indonesia akan memiliki bonus demografi
pekerja muda.
Sementara itu, kata Ellena, pemerintah selama ini giat membicarakan soal ekonomi
digital.
"Ketika bicara ekonomi digital, orang-orang didorong bekerja di start-up , yang
adalah UMKM. Berdasarkan pasal-pasal di omnibus law itu artinya kondisi kerja yang
sangat rentan sekali," ungkap dia.
Ellena menyinggung aturan terkait pengupahan dan sanksi pengupahan dalam UU
Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang dihapus dalam draf RUU Cipta
Kerja.
Dengan dihapusnya aturan itu, maka perhitungan pengupahan tidak lagi mengikuti
standar minimum daerah.
"Disebutkan bahwa untuk UMKM, tidak harus mengikuti upah minimum, selama di
atas garis kemiskinan. Ini problematik, karena garis kemiskinan itu tidak konsisten di
beberapa institusi," tutur Ellena.
Ia menambahkan, jika kondisi upah hanya berbeda satu rupiah dari garis
kemiskinan tetap akan dianggap upah layak saat bekerja di UMKM.
Page 133 of 174.

