Page 161 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 161
Title KOMISI VI DPR DORONG PEMBAHASAN OMNIBUS LAW CIPTA KERJA DILAKUKAN MELALUI
BALEG
Media Name kontan.co.id
Pub. Date 20 Februari 2020
Page/URL https://nasional.kontan.co.id/news/komisi-vi-dpr-dorong-pembahasan-omn ibus-law-cipta-
kerja-dilakukan-melalui-baleg
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Golkar Mukhtarudin
meminta agar pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta
Kerja dibahas melalui mekanisme Badan Legislasi (Baleg) DPR.
Hal itu didasarkan agar pembahasan RUU ini dapat lebih terarah dan bisa lebih
cepat selesai. Meskipun begitu, mekanisme dan substansi dalam pembahasan tetap
tidak boleh diabaikan.
"Karena butuh kecepatan, maka akan lebih baik prosesnya melalui Badan Legislasi
ketimbang lewat Pansus. UU ini harus berkualitas dan jangan sampai nanti digugat
dan dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi," ujar Mukhtarudin di dalam keterangan
tertulis, Kamis (20/2).
Ia menambahkan, Omnibus Law merupakan kebutuhan bangsa, maka dari itu
semua stakeholder harus memiliki persepsi yang sama. Apalagi, mengingat
pemerintah sudah menyerahkan RUU Omnibus Law ke DPR, maka dari itu pihak
DPR RI harus segera menindaklanjuti secara cepat agar tahapan-tahapan
pembahasan bisa segera dilakukan.
Lebih lanjut, Mukhtarudin bilang DPR tentu akan membahas substansi serta materi
RUU Omnibus Cipta Kerja ini dengan melibatkan semua pihak. Baik dari pihak buruh
melalui serikat pekerja, dan juga pihak pengusaha.
"Jadi perdebatannya masuk dalam DPR, jangan berdebat di luar parlemen. Biarkan
bola ini bergulir jangan ditolak dulu, kalau ada masukan silakan sebanyak-
banyaknya," kata Mukhtarudin.
Menurut dia, masyarakat serta seluruh stakeholder terkait harus memiliki kesamaan
persepsi mengenai pentingnya terobosan regulasi melalui Omnibus Law, termasuk
pentingnya penyederhanaan regulasi dalam rangka mempermudah investasi.
"Hal ini supaya kita bisa memenangkan pertarungan ekonomi di tingkat global. Perlu
diingat bahwa peperangan kita hari ini adalah peperangan ekonomi," ucap dia.
Page 160 of 174.

