Page 47 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 47
Title RUU OMNIBUS LAW DIKRITIK BANYAK PIHAK, JOKOWI: INI YANG DITUNGGU!
Media Name wartaekonomi.co.id
Pub. Date 20 Februari 2020
https://www.wartaekonomi.co.id/read272918/ruu-omnibus-law-dikritik-ban yak-pihak-
Page/URL
jokowi-ini-yang-ditunggu
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law mendapat banyak penolakan.
Khususnya Omnibus Law Cipta Kerja yang dianggap tidak pro terhadap nasib
pekerja atau buruh. Hampir semua elemen buruh menyatakan menolak.
Menyikapi itu, Presiden Joko Widodo angkat bicara. Kepala Negara menyebut bahwa
pemerintah dan DPR terbuka untuk menerima berbagai masukan dari buruh dan
organisasi lainnya. Dokumen yang diajukan oleh pemerintah itu masih dalam bentuk
rancangan.
Menurut Jokowi, masih banyak perubahan yang bisa dilakukan saat masyarakat dan
buruh menyampaikan masukannya. Bahkan, Jokowi mengatakan, waktu untuk
pembahasannya masih terbilang lama. Lebih dari 100 hari, seperti yang awalnya
diharapkan rampung.
"Kita pemerintah bersama DPR selalu terbuka. Ini masih baru awal. Mungkin masih
tiga, empat, lima bulan baru selesai," kata Jokowi, Kamis (20/2/2020).
Dengan ada rentang waktu pembahasan itu, Jokowi mengatakan bahwa pemerintah
ingin dibahas secara terbuka. Masyarakat bisa mengikuti dan memberikan masukan
semasa pembahasan tersebut. "Sehingga nanti kita bisa akomodir lewat
kementerian kemudian juga di DPR," katanya.
DPR juga, lanjut dia, akan terbuka membahas itu. Saat RUU Omnibus Law Cipta
Kerja akan dibahas, lazimnya akan ada rapat dengar pendapat. Di antara yang akan
dimintai masukan adalah dari kalangan buruh atau pekerja.
Jokowi mengaku justru pemerintah menunggu masukan-masukan yang datang dari
kalangan buruh dan serikat pekerja lainnya.
"Ini belum UU lho ya, RUU. Baik asosiasi, serikat, masyarakat masih bisa
memberikan masukan kepada pemerintah, kementerian maupun DPR. Ini yang
ditunggu, justru itu," tutur Jokowi.
Partner Sindikasi Konten: Viva.
Page 46 of 174.

