Page 71 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 71

Title          RUU CIPTA KERJA BUKAN UNTUK PERMUDAH TKA MASUK
               Media Name     beritasatu.com
               Pub. Date      20 Februari 2020
                              https://www.beritasatu.com/ekonomi/601317/ruu-cipta-kerja-bukan-untuk- permudah-
               Page/URL
                              tka-masuk
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive




               Pemerintah mulai pekan depan akan menggelar roadshow ke berbagai kota di
               Indonesia untuk menyosialisasikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja
               yang disusun menggunakan metode omnibus law. Upaya ini dilakukan agar seluruh
               pihak memiliki kesamaan persepsi terhadap RUU Cipta Kerja yang diinisiasi untuk
               mengakomodasi kebutuhan industri, UMKM, dan juga buruh.

               Sejak masih dalam pembahasan di level pemerintah, RUU Cipta Kerja memang
               menimbulkan banyak reaksi. Salah satunya terkait ketentuan mempekerjakan
               Tenaga Kerja Asing (TKA). Oleh para serikat buruh, RUU Cipta Kerja dianggap
               mempermudah izin TKA untuk bekerja di Indonesia, sehingga menutup peluang
               pekerja lokal.

               Dugaan ini muncul setelah diubahnya ketentuan Pasal 42 UU Nomor 13 Tahun 2003
               tentang Ketenagakerjaan. Dalam RUU Cipta Kerja Pasal 42 ayat (1) disebutkan,
               setiap pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja asing wajib memiliki
               pengesahan rencana penggunaan tenaga kerja asing dari Pemerintah Pusat.

               Pada ayat (2), pemberi kerja orang perseorangan dilarang mempekerjakan tenaga
               kerja asing. Selanjutnya di ayat (3), ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
               tidak berlaku bagi: a. anggota direksi atau anggota dewan komisaris dengan
               kepemilikan saham sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; b.
               pegawai diplomatik dan konsuler pada kantor perwakilan negara asing; atau c.
               tenaga kerja asing yang dibutuhkan oleh Pemberi Kerja pada jenis kegiatan
               pemeliharaan mesin produksi untuk keadaan darurat, vokasi, start-up, kunjungan
               bisnis, dan penelitian untuk jangka waktu tertentu.

               Sementara itu di UU Ketenagakerjaan, ketentuannya adalah setiap pemberi kerja
               yang mempekerjakan tenaga kerja asing wajib memiliki izin tertulis dari menteri
               atau pejabat yang ditunjuk. Dengan tidak adanya izin, serikat pekerja menilai hal ini
               dapat mengakibatkan TKA bebas masuk ke Indonesia.

               Dijelaskan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono,
               yang diatur dalam RUU Cipta Kerja sebetulnya adalah perizinan TKA ahli untuk
               kebutuhan tertentu, bukan dalam artian membuka pintu seluas-luasnya bagi TKA
               untuk bekerja di Indonesia.

               "Omnibus law dianggap membuka seluas-luasnya untuk TKA dan meminggirkan
               tenaga kerja lokal. Padahal konsepnya itu berbeda sekali. Yang kita atur di sini




                                                       Page 70 of 174.
   66   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76