Page 66 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 66

Title          PENETAPAN UPAH MINIMUM ADA DI GUBERNUR, TERGANTUNG PERTUMBUHAN EKONOMI
                              DAERAH
               Media Name     liputan6.com
               Pub. Date      20 Februari 2020
               Page/URL       https://www.liputan6.com/bisnis/read/4183744/penetapan-upah-minimum-ad a-di-
                              gubernur-tergantung-pertumbuhan-ekonomi-daerah
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa
               skema upah minimum bulanan akan diatur dan ditetapkan oleh gubernur daerah
               masing-masing. Penetapan itu tertuang dalam Rancangan Undang Undang Cipta
               Kerja yang sudah disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

               Formulasi penetapan upah dilakukan berdasarkan pertumbuhan ekonomi di masing-
               masing daerah. Diharapkan dengan begitu daya beli masyarakat di daerah akan
               terjaga.

               "Salah satu terkait tenaga kerja perlu diketahui gubernur, bupati, walikota
               pengupahan minimum ini gubernur yang menetapkan upah minimun setiap
               tahunnya ini perlu diperhatikan," kata dia di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

               Airlangga menyebut formulasi penetapan ini dilakukan bagi daerah yang
               ekonominya mengalami pertumbuhan negatif, namun basis perhitungannya tetap
               menggunakan yang lama. Sehingga para tenaga kerja tetap memiliki daya beli saat
               ekonomi sedang lesu.

               "Di sini basisnya formulasi pertumbuhan ekonomi di daerah, apabila pertumbuhan
               negatif maka yang digunakan upah minimum formulasi sebelumnya, itu sebagai
               pertumbuhan batasan gaji, sehingga tidak ada kenaikan upah turun," kata dia.
               Omnibus Law Bakal Hapus Upah Minimum dan Pesangon Buruh?

               Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak rencana
               pemerintah mendorong investasi dan meningkatkan lapangan kerja melalui
               penyusunan Omnibus Law di sektor ketenagakerjaan.

               Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan, Omnibus Law bukan cara yang tepat untuk
               meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja. Sebaliknya, Omnibus Law
               dikhawatirkan akan semakin menekan tingkat kesejahteraan para pekerja.

               Berdasarkan pernyataan Menteri Perekonomian dan Menteri Ketenagakerjaan, Said
               Iqbal mencatat setidaknya ada lima hal mendasar yang disasar Omnibus Law.

               Pertama, Menghilangkan Upah Minimum





                                                       Page 65 of 174.
   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71