Page 61 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 61

Kemudian, ada pengaturan bekerja menggunakan satuan waktu. Artinya, jika tetap
               diundangkan akan membuat orang semakin miskin meski bekerja.

               "Buruh akan terjerembap ke jurang kemiskinan. Terus juga akan membuat tidak ada
               kenyamanan dan kebebasan berekreasi untuk para buruh ketika bekerja. Parahnya
               lagi sistem outsourcing bisa berpuluh tahun," terang Dedi.

               Menurut Dedi, KSBSI akan menyuarakan penolakan Omnibus Law Cipta Kerja di 15
               provinsi 34 kabupaten/kota pada 2 Maret dan 11 Maret dalam bentuk aksi-aksi.
               Pihaknya juga meminta agar para awak media turut menyampaikan ke pemerintah
               bahwa KBSI melakukan perlawanan terhadap kebijakan yang tidak berpihak kepada
               buruh.

               "Tanggal 2 dan 11 Maret kami akan ditempatkan di DPR RI. Lalu 11 Maret kami aksi
               nasional, teman-teman di daerah untuk main di DPRD tingkat 1 DPRD tingkat 2 di
               masing-masing wilayah di mana kami ada ada struktur Korwil di setiap provinsi itu,"
               terang Dedi.

               Saat draf Omnibus Law RUU Cipta Kerja diserahkan pemerintah kepada DPR pada
               Rabu (12/2), ribuan buruh dan pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat
               Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menggelar unjuk rasa di depan Kompleks
               DPR/MPR RI Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea saat
               itu kemudian diterima untuk menemui Wakil Ketua DPR RI Rahmat Gobel dan
               Pimpinan dan Anggota Komisi IX (Ketenagakerjaan).

               Di hadapan Gobel dan Komisi IX, Andi Gani menyampaikan adanya keanehan dari
               penyusunan Omnibus Law ini. Menurut dia, selama ini buruh tidak mengetahui
               seperti apa proses pembuatan RUU Cipta Kerja di lingkungan pemerintah.

               Keanehan ini, kata Andi, ditandai dari KSPSI yang tidak pernah mendapatkan draf.
               Padahal, KSPSI menjadi organisasi buruh dalam pemilu.

               "Karena dari awal seperti ada yang disembunyikan, seluruh konfederasi buruh
               bertanya kepada saya, 'Anda konfederasi buruh pendukung presiden kok enggak
               punya draf? akhirnya bertanya-tanya ada apa dengan rancangan ini?" kata Andi
               Gani.

               "Yang paling sedih buat kami, ketika KSPSI sebagai pendukung presiden turun ke
               jalan ini ada sesyatu yang salah. Kerena kami juga bingung ini peraturannya mau di
               mana dan untuk siapa," ujarnya melanjutkan.

               Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono memastikan,
               pemerintah sudah melibatkan pihak buruh dalam penyusunan draf Omnibus Law
               RUU Cipta Kerja. Termasuk melalui pertemuan antara enam konfederasi buruh
               dengan pemerintah di Gedung Kemenko Perekonomian, pada pekan kedua Januari
               2020.



                                                       Page 60 of 174.
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66