Page 60 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 60
Title BURUH MERASA JADI ALAS KARPET MERAH JOKOWI UNTUK INVESTOR
Media Name republika.co.id
Pub. Date 20 Februari 2020
https://www.republika.co.id/berita/q5zrpy409/buruh-merasa-jadi-alas-ka rpet-merah-
Page/URL
jokowi-untuk-investor
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Protes buruh terhadap Omnibus Law RUU Cipta Kerja terus bergulir. Omnibus Law
yang disusun demi menarik sebanyak-banyaknya investasi di Indonesia, dinilai akan
membuat buruh menderita berkepanjangan.
"Ketika Jokowi memberikan karpet merah ke investor tapi alas kakinya adalah
buruh, itu kan sangat tidak adil," ujar Presiden Konfenderasi Serikat Buruh Seluruh
Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban di Kantor KSBSI, Jakarta Timur, Rabu (19/2).
Elly menilai, Omnibus Law Cipta Kerja akan mendegradasikan kesejahteraan para
buruh. Ia mencontohkan, jumlah pesangon yang akan diterima buruh akan jauh
berkurang jika RUU Cipta Kerja disahkan DPR.
Elly melanjutkan, para buruh juga tidak memiliki kepastian kerja hingga 20 tahun
bahkan lebih. Salah satunya disebabkan oleh perluasan makna dan fungsi
outsourcing yang masa kerjanya tidak dibatasi.
"Kalau saya mau ya biarkan dan terus dukung pemerintah. Tapi saya kan tidak ingin
tinggal diam, bagaimana nasib anak cucu kita, kalau saya sudah 50 tahun sudah
tidak bisa jadi buruh lagi. Kami memperjuangkan demi kepentingan dan
kesejahteraan," tutur Elly.
Elly mengakui, jika KSBSI memang pendukung dan relawan Presiden Joko Widodo
(Jokowi) pada saat pemilihan presiden (pilpres). Tetapi, Elly menegaskan, jika ada
kebijakan yang tidak proburuh maka KSBSI tidak akan tinggal diam.
Ribuan buruh yang tergabung dalam wadah KSBSI pun siap melakukan aksi besar-
besaran dan puncaknya pada tanggal 11 Maret 2020. Aksi tersebut dilakukan
sebagai penolakan atas draf Omnibus Law RUU Cipta Kerja.
"Kalau tetap disahkan tanpa ada melibatkan kami buruh, berarti pemerintah
mendukung chaos. Harusnya kalau kita semua turun ke jalan mbokyo pemerintah
mendengar enggak usah ngotot," kata Elly .
Sekjen KSBSI Dedi Hardianto menilai sistem outsourcing yang masuk di RUU
Omnibus Law Cipta Kerja merupakan perbudakan di era digitalisasi. Karena
menurutnya, outsourcing membuat hubungan kerja tidak ada.
Page 59 of 174.

