Page 55 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 55

langsung dilap," kata Eni.

               Imbauan agar pekerja migran tidak keluar rumah disampaikan Departemen Tenaga
               Kerja Hong Kong pada 3 Januari lalu. Hal ini, dimaksudkan demi menjaga kesehatan
               dan mencegah penularan virus corona. Departemen Tenaga Kerja Hong Kong
               menyebutkan bahwa majikan wajib memberi libur walau pekerja tidak keluar rumah.
               Jika tidak, maka majikan tersebut terancam denda hingga 50 ribu HKD atau Rp 88
               juta.

               "Imbauan itu dimanfaatkan majikan-majikan yang sudah tidak baik untuk semakin
               menekan PRT-nya dengan aturan-aturan yang tidak benar, tidak adil, dan
               merendahkan," kata Eni.

               Namun tidak semua pekerja migran Indonesia mengaku mengalami hal tersebut.
               Wijiati Supari, 40, mengaku tetap bisa libur dan tidak ada larangan untuk keluar
               rumah dari majikannya.

               "Kalau saja saya tidak keluar, bos saya juga tidak pernah menyuruh melakukan
               pekerjaan rumah, karena hari itu adalah hari libur saya," kata Wijiati yang sudah 18
               tahun bekerja di Hong Kong.

               Dia mengatakan, sejak ada virus corona, pekerjaan belanja semua dilakukan
               majikannya. Untuk perlindungan diri, dia mengaku kebutuhan masker di rumahnya
               sudah mencukupi sehingga tidak perlu ambil masker yang dibagikan gratis.

               "Bahkan majikan juga yang mengajarkan saya untuk berbagi masker kepada
               sesama yang membutuhkan," kata Wijiati.

               Erwin Akbar, staf konsuler di Konsulat Jenderal RI Hong Kong, mengaku telah
               mendengarkan keluhan dari pekerja Indonesia soal tiadanya hari libur. Dia
               menegaskan bahwa imbauan tidak keluar rumah bagi pekerja bukan berarti tidak
               ada libur.

               Erwin mengatakan pemerintah Hong Kong telah tegas melarang tetap
               mempekerjakan pekerja di hari libur, walau mereka ada di rumah. Bahkan,
               pemerintah Hong Kong mengancam dengan sanksi.

               "Di pengumuman itu disebutkan majikan yang memaksa pekerja migran bekerja di
               hari libur bisa kena hukuman denda maksimal HKD 50 ribu," kata Erwin.

               Dia menyarankan pekerja yang mengalami hal seperti itu untuk melaporkan melalui
               dua jalur yang tersedia, yakni jalur hotline Departemen Tenaga Kerja Hong Kong
               dan hotline KJRI.

               "Ada dua hotline yang bisa dipakai untuk mengadukan permasalahannya secara
               resmi," kata Erwin.




                                                       Page 54 of 174.
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60