Page 136 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 136

MENAKER TETAPKAN UMP 2022 NAIK 1,09 PERSEN

              Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 sudah ditetapkan sebesar 1,09 persen. Namun angka
              pastinya pada setiap provinsi akan berbeda. Sebab nantinya gubernur yang akan menyesuaikan
              sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

              Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, Seperti dikutip dilaman
              melalui MSN.

              “Ini rata-rata nasional (kenaikan 1,09 persen). Gubernur harus menetapkan UMP paling lambat
              tanggal 21 November 2021, karena tanggal 21 November libur nasional maka penetapannya
              harus dilakukan paling lambat 1 hari sebelumnya, yaitu tanggal 20 November 2021,” kata Ida
              dalam pernyataan resmi, Selasa (16/11/2021).

              Masih kata Ida, terdapat suatu metode yang secara internasional digunakan untuk mengukur
              tinggi rendahnya suatu upah minimum di suatu wilayah, yaitu dengan membandingkan besaran
              upah minimum yang berlaku dengan median upahnya (Kaitz Indeks).

              Baca Juga: Desak UMK Naik, Poster yang Dibawa Buruh Subang Bikin Gagal Fokus Pingsan Saat
              Demo, Buruh Perempuan Diangkat Kapolres Majalengka Menurut Ida, besaran upah minimum
              saat ini hampir di seluruh wilayah sudah melebihi median upah. Bahkan di Indonesia menjadi
              satu-satunya negara dengan Kaitz Indeks lebih besar dari 1.

              Kondisi upah minimum yang terlalu tinggi tersebut menyebabkan sebagian besar pengusaha
              tidak  mampu  menjangkaunya  dan  akan  berdampak  negatif  terhadap  implementasinya  di
              lapangan.

              “Hal  tersebut  sudah  sangat  terlihat  yaitu  dengan  upah  minimum  dijadikan  upah  efektif  oleh
              pengusaha sehingga kenaikan upah cenderung hanya mengikuti upah minimum tanpa didasari
              oleh kinerja individu. Hal ini kemudian membuat teman-teman SP/SB lebih cenderung menuntut
              kenaikan upah minum dibandingkan membicarakan upah berbasis kinerja,” lanjutnya.

              UMP yang telah ditetapkan Menaker ini jelas jauh dibanding apa yang dituntut oleh asosiasi
              buruh yang meminta kenaikan 10 persen. Kendati demikian Ida mengeklaim bahwa kebijakan
              upah minimum ini sudah sesuai dengan PP No.36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

              “Kebijakan upah minimum ini ditunjukkan sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan
              serta untuk mendorong kemajuan ekonomi Indonesia melalui pengupahan yang adil dan berdaya
              saing,” jelas Ida.

              Baca Juga: Polres Siagakan 238 Personil Kawal Aksi Buruh Majalengka Desak UMK 15 Persen,
              Buruh  Subang  Gelar  Audiens  dengan  Wakil  Bupati  “Semangat  dari  formula  upah  minimum
              berdasarkan  PP  No.  36  Tahun  2021  adalah  untuk  mengurangi  kesenjangan  upah  minimum,
              sehingga terwujud keadilan antar wilayah,” lanjutnya.

















                                                           135
   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141