Page 229 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 229

"KSPI  sudah  melakukan  koordinasi  dengan  serikat  buruh  lain.  Hampir  lebih  dari  60  federasi
              serikat  buruh  di  tingkat  nasional  dan  lima  konfederasi  di  tingkat  nasional  menyatakan  akan
              menggelar mogok nasional," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers, Selasa, 16 November 2021.



              TOLAK PENETAPAN UPAH MINIMUM 2022, DUA JUTA BURUH BAKAL MOGOK
              NASIONAL

              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal mengatakan mengatakan lebih dua
              juta buruh dari ratusan ribu pabrik akan melaksanakan mogok nasional alias berhenti produksi
              untuk menolak penetapan upah minimum 2022.

              "KSPI  sudah  melakukan  koordinasi  dengan  serikat  buruh  lain.  Hampir  lebih  dari  60  federasi
              serikat  buruh  di  tingkat  nasional  dan  lima  konfederasi  di  tingkat  nasional  menyatakan  akan
              menggelar mogok nasional," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers, Selasa, 16 November 2021.

              Mogok kerja tersebut rencananya akan dilakukan pada awal Desember 2021. Adapun tanggal
              pasti mogok tersebut masih tentatif dan belum diputuskan oleh gabungan serikat buruh, namun
              diperkirakan pada 6-8 Desember 2021.

              Sebelum  dilaksanakannya  mogok  nasional,  mogok  direncanakan  juga  di  daerah  atau  mogok
              daerah alias modar. Mogok daerah itu direncanakan dilakukan bergelombang di masing-masing
              daerah.
              Buruh  juga  akan  melaksanakan  unjuk  rasa  di  daerah.  Demonstrasi  akan  dilakukan  di kantor
              pemerintah dan legislatif di daerah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota. Unjuk rasa juga
              nantinya akan dilakukan secara nasional di Istana Negara, Kantor Kementerian Ketenagakerjaan,
              dan gedung DPR.
              "Kami  sudah  kehilangan  akal  sehat  terhadap  kebijakan  Menteri  Ketenagakerjaan  dan  para
              menteri  yang  telah  melakukan  pemufakatan  jahat.  Untuk  jangka  panjang  bukan  naik  upah
              minimum, turun karena ada istilah batas atas dan batas bawah," tuturnya. Ia memastikan aksi
              akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan Satuan Tugas
              Covid-19.

              Said Iqbal sebelumnya menyebut penetapan upah minimum pada tahun 2022 lebih buruk dari
              pada pemerintahan era Presiden Soeharto atau masa orde baru. Seperti diketahui, pemerintah
              telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan.

              Berlandaskan beleid tersebut, diproyeksikan rata-rata kenaikan upah minimum pada tahun 2022
              hanya sebesar 1,09 persen. Di samping itu, beleid itu memuat adanya batas bawah dan batas
              atas pada upah minimum.
              "Menaker  lebih  memberikan  proteksi  kepada  kalangan  pengusaha  dan  pemilik  modal,
              dibandingkan  memberi  perlindungan  kepada  kaum  pekerja  atau  buruh  atau  pegawai  yang
              mengembalikan rezim upah murah jauh lebih buruk dari zaman soeharto di era orde baru," ujar
              Said Iqbal.

              Karena  itu,  Iqbal  mengatakan  KSPI  menolak  keputusan  Menteri  Ketenagakerjaan  mengenai
              kenaikan upah minimum tahun depan. KSPI juga menolak PP Nomor 36 Tahun 2021 dengan
              sedikitnya empat alasan.






                                                           228
   224   225   226   227   228   229   230   231   232   233   234