Page 287 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 287

"Mereka  harus  membuktikan  ke  serikat  buruh  untuk  penangguhan  kenaikan  upah  minimum
              dengan audit laporan keuangan dua tahun yang merugi, tidak bisa lisan saja. Kalau dia benar
              rugi dua tahun, boleh tidak naikkan upah minimum," ucap Said saat konferensi pers virtual,
              Selasa (16/11).

              Tak cuma bagi perusahaan yang kesulitan keuangan, perusahaan yang terancam melakukan
              pemutusan hubungan kerja (PHK) juga boleh tidak menaikkan upah minimum bagi pekerja atau
              buruh. Syaratnya sama, ada bukti secara data dan dikomunikasikan secara transparan ke pekerja
              atau buruh.

              "Bila  perusahaan  terancam  PHK  itu  juga  tidak  perlu  naikkan,  tapi  buktikan  dengan  laporan
              keuangan," imbuhnya.

              Di luar dua kondisi ini, Said meminta perusahaan tidak mangkir dari kewajibannya mengerek
              upah minimum bagi pekerja atau buruh. Asosiasi buruh sendiri meminta kenaikan upah minimum
              sebesar  7-8  persen  pada  tahun  depan,  meski  sejauh  ini  hasil  perhitungan  rata-rata  upah
              minimum provinsi (UMP) 2022 dari pemerintah cuma 1,09 persen.

              Rencananya, buruh akan memperjuangkan permintaan kenaikan upah minimum sebesar 7-8
              persen  itu  melalui  unjuk  rasa  atau  demonstrasi  pada  6-8  Desember  2021.  Namun,  waktu
              implementasi rencana ini masih tentatif.
              Yang  pasti,  nantinya  akan  ada  2  juta  buruh  yang  terlibat  dalam  demo.  Mereka  berasal  dari
              ratusan ribu pabrik di Indonesia, sehingga ketika mereka demo, pabrik-pabrik akan berhenti
              beroperasi.

              "Buruh  telah  memutuskan  60  federasi  memutuskan  mogok  nasional,  setop  produksi  yang
              direncanakan akan diikuti 2 juta buruh, lebih dari ratusan ribu pabrik akan berhenti bekerja,
              setop produksi dan ini adalah legal," tuturnya.

              Said mengatakan sejauh ini rencananya mereka akan berdemo di depan kantor pemerintah pusat
              dan daerah, termasuk di Istana Negara, Kementerian Ketenagakerjaan, dan DPR/MPR.




































                                                           286
   282   283   284   285   286   287   288   289   290   291   292