Page 687 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 687
Judul DKI Tertinggi Jateng Terendah
Nama Media Banjarmasin Post
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL Pg1&5
Jurnalis KOMPAS
Tanggal 2021-11-18 09:04:00
Ukuran 157x164mmk
Warna Hitam/Putih
AD Value Rp 28.260.000
News Value Rp 282.600.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
KEMENTERIAN Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengungkapkan sejumlah provinsi yang akan
menerima Upah Minimum Provinsi (UMP) tertinggi dan terendah pada 2022. UMP DKI Jakarta
tetap menjadi yang tertinggi sesuai angka kenaikan rekomendasi Kemenaker yakni 1,09 persen.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Indah
Ang-goro Putri.
DKI TERTINGGI JATENG TERENDAH
KEMENTERIAN Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengungkapkan sejumlah provinsi yang akan
menerima Upah Minimum Provinsi (UMP) tertinggi dan terendah pada 2022. UMP DKI Jakarta
tetap menjadi yang tertinggi sesuai angka kenaikan rekomendasi Kemenaker yakni 1,09 persen.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Indah
Anggoro Putri.
Sementara itu, UMP terendah akan terjadi DIYawa Tengah. "Data statistik upah minimum secara
umum saja, UMP terendah kayaknya akan terjadi DIYawa Tengah, yaitu senilai Rp 1.813.011.
Paling tinggi akan terjadi di DKI Jakarta. yaitu sejumlah Rp 4.452.724. Rata-rata penyesuaian
upah minimum adalah 1,09 persen." kata Putri.
Sedangkan Kalsel, jika menggunakan angka kenaikan 1,09 persen pada UMP 2021 sebesar Rp
2.877.448 maka UMP 2022 menjadi Rp 2.908.812 atau naik Rp 31.364. Angkanya menjadi lebih
kecil karena isunya Dewan Pengupahan Kalsel menyepakati kenaikan sebesar 1.01 persen. Isu
ini mendapat respons keras dari sejumlah serikat dan organisasi buruh di Banua.
Aliansi Pekerja Buruh Banua, yang terdiri atas Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)
Kalsel, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kalsel dan Konfederasi Serikat
Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kalsel, menggelar konferensi pers di Banjarmasin, Selasa
(16/11).
Ketua FSPMI Kalsel, Yoeyoen Indharto, bersama Ketua KSPSI Kalsel, Sadin Sasau, menyatakan
kenaikan UMP sebesar 1,01 persen sebagai sejarah kelam bagi buruh di provinsi ini.
686

