Page 685 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 685

Berbeda dengan Diah (23) yang merupakan karyawan swasta di Banjarmasin. "Enggak apa-apa
              naiknya sedikit, asalkan perusahaan bisa menerapkannya. Yang jadi masalah sudah naik sedikit,
              tapi tidak diterapkan." ungkap warga Kelurahan Pemurus Baru Ini.

              Sementara  itu  Ketua  Bidang  V  (Kemaritiman,  Pertanian.  Kehutanan  dan  Lingkungan  Hidup)
              Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kalsel,  Abdussamad Herman, mengatakan UMP
              tidak berlaku bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM). "Secara realistis, memang tidak
              dipungkiri kebijakan tersebut dapat meringankan pengusaha mikro dan kecil. Karena rata-rata
              mereka masih merintis dan omsetnyajuga belum besar." kata Abdusamad.

              Selain itu faktanya sebagian besar pengusaha mikro dan kecil memberikan upah dl bawah UMP.

              "Disesuaikan dengan kesepakatan pekerja dan pengusaha. Karena kalau dipaksakan dipastikan
              tidak semua pengusaha mikro dan kecil sanggup memenuhi upah minimum," ujarnya.

              Kepala  Dinas  Koperasi  dan  UMKM  Kalsel  Gustafa  YanDIYuga  membenarkan  UMKM  tidak
              diharuskan memenuhi UMP. "Kami sangat memahami kondisi UMKM terlebih pada masa pandeml
              Covid-19." ujarnya.

              Direktur Hubungan Kerja dan Pengupahan Kemenaker, Dinar Titus Jogaswitani, beberapa waktu
              lalu,  menjelaskan  UMP  tidak  berlaku  bagi  pekerja  UMKM.  "Dalam  undang-undang  dikatakan
              bahwa upah minimum dikecuallkan bagi usaha mikro dan kecil." terangnya.

              Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan
              Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, usaha mikro memiliki modal
              atau kekayaan bersih maksimal Rp 1 miliar dengan penjualan tahunan mencapai Rp 2 miliar.

              Sedangkan, usaha kecil memiliki modal usaha atau kekayaan bersih dengan nilai antara Rp 1
              miliar hingga Rp 5 miliar. Penjualan tahunan usaha kecil memiliki nilai antara Rp 2 miliar hingga
              Rp 5 miliar, (lis/mel/rii)







































                                                           684
   680   681   682   683   684   685   686   687   688   689   690