Page 61 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 DESEMBER 2019
P. 61

"Karena kekosongan hukum itu, pelanggar hak PRT juga tidak dapat hukuman yang
               setimpal, negosiasi PRT juga lemah karena tidak ada aturan yang jadi payungnya,"
               kata Siti.

               Siti menuturkan, untuk PRT di luar negeri cukup diatur dalam UU tentang
               Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI).

               "Jika tidak ada UU PRT maka posisi tawar Indonesia lemah dalam diplomasi dengan
               negara tempat kerja PRT di luar negeri, karena dengan mudah negara tempat kerja
               PRT Indonesia akan bilang bagaimana bisa melindungi jika di dalam negeri saja
               tidak ada perlindungan."

               Dalam hal ini, Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ali Taher sepakat jika RUU
               tersebut menjadi UU prolegnas yang akan dibahas pada 2020. Menurutnya,  usulan
               tersebut atas dasar pertimbangan konteks hak asasi manusia dengan turunan dari
               Pancasila dan penghormatan terhadap manusia dan kemanusiaan.


               "Undang-undang ini bernilai strategis, segera kita wujudkan. Undang-undang ini kita
               prioritaskan, tidak ada lagi tunda-tunda," kata Ali.

               Menurutnya RUU ini adalah dalam rangka penghormatan atas nilai-nilai
               kemanusiaan sebagaimana yang tertera dalam pasal 27 UUD 1945 mengatakan
               setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan yang layak, dan setiap warga
               negara mendapatkan perlakuan hukum yang sama.














































                                                       Page 60 of 82.
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66