Page 64 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 DESEMBER 2019
P. 64

membayarkan pajak. Alhasil, pekerja juga pengusaha menjadi dua kubu yang selalu
               berseteru karena kebutuhan keduanya.

               Sedangkan dalam Islam, upah merupakan hak pekerja yang harus dibayarkan
               sesuai dengan jenis pekerjaannya. Upah bisa berbeda-beda dan beragam karena
               berbeda dan beragamnya pekerjaan. Besaran upah dalam Islam diukur berdasarkan
               nilai atau jasa yang diberikan, bukan dari menghitung biaya hidup sebagai penentu
               upah.

               Dan perlu di ingat bahwa di dalam Islam, Negara menjadi komponen utama dalam
               hal pelayanan kepada rakyat sehingga jaminan kebutuhan mendasar sudah
               seyogyanya menjadi beban negara. Islam memiliki sistem ekonomi yang adil dan
               merata, tak akan membebani rakyat dengan pungutan-pungutan yang mencekik
               serta menghilangkan semua hambatan usaha.

               Sehingga ketika dijalankan mampu mewujudkan kesejahteraan, tahan krisis juga
               inflasi. Dengan demikian masalah buruh juga pengusaha akan terselesaikan.


               Sayangnya, negara hari ini berlepas diri dan malah membebankan tanggungjawab
               ke pundak rakyat. Maka, solusi kesejahteraan buruh dengan menaikkan upah kerja
               bukanlah solusi tepat justru sebagian rakyat merasa dirugikan dan bahkan
               berpotensi memunculkan masalah baru bagi negara.

               Hendaknya negara memperbaiki semua elemen agar kesejahteraan secara adil
               dapat dirasakan oleh semua rakyat. Dan ini bisa terjadi jika kita kembali kepada
               aturan Islam yang mampu menuntaskan berbagai problem manusia. Wallohu a'lam.

               Pengirim: Ummu Akhtar, Komunitas Muslimah Menulis







































                                                       Page 63 of 82.
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69