Page 458 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 458

Senang bercampur haru ketika nama saya masuk dalam 14 peserta yang akan diberangkatkan
              ke Korsel pada bulan Juli 2010.
              Kegiatan ini merupakan kerja sama antara dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan
              Produktivitas Kemnaker RI pada tahun 2010. Pada saat itu, pelatihan ke luar negeri merupakan
              kegiatan rutin (peningkatan kompetensi) bagi instruktur dan tenaga pelatihan.

              Kemnaker selalu ingin mencetak di Indonesia yaitu memberikan peningkatan kompetensi pada
              instruktur dan tenaga pelatih kemudian menyebarluaskan ke yang lainnya. Salah satunya dengan
              peningkatan kompetensi bidang (TNA) di (SIVAT) Korea Selatan.

              Tujuan dari kegiatan ini yaitu melakukan perbandingan TNA yang dilakukan Korsel dengan sistem
              yang ada di Indonesia untuk selanjutnya dilakukan dan untuk menyempurnakan kegiatan TNA
              di Indonesia.

              SIVAT  sebagai  pihak  penyelenggara  telah  menyiapkan  beberapa  narasumber  yang
              berpengalaman di bidang TNA dan. Mereka adalah Prof. Kim Un Duck, Prof. Yo Heo, Prof. Kim
              Jung  Woo  dan  Prof.  Sung  Hyun  Moon.  Keempat  mentor  tersebut  menemani  kegiatan  kami
              selama 1 minggu dengan penyampaian materi dalam bahasa Inggris dan Korea. Selama kegiatan
              berlangsung  juga  disediakan  interpreter  dalam  Bahasa  Inggris  jika  kesulitan  dengan  bahasa
              Korea.
              Di samping menyajikan materi pelatihan dengan berbagai metode seperti ceramah, tanya jawab,
              diskusi  dan,  para  narasumber  juga  menyampaikan  sejarah  tentang  Korea  dan  pengalaman
              mereka berkaitan dengan pelatihan vokasi di berbagai negara lain. Kemampuan dan pengalaman
              para narasumber memberikan ilmu tambahan bagi kami sebagai pelaksana pelatihan vokasi di
              Indonesia.

              Pelaksanaan training yang dilakukan di SIVAT mulai tanggal 25 sampai dengan 31 Juli 2010
              memiliki banyak manfaat. Kami belajar tentang sistem pelatihan vokasi di Korsel yang terdiri dari
              rangkaian survei analisa kebutuhan pelatihan dan analisis jabatan.

              Realitas saat ini, pelatihan kerja yang dilakukan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Balai
              Latihan  Kerja  (BLK)  masih  kurang  efektif.  Pelatihan  sering  dilakukan  tanpa  memperhatikan
              kebutuhan nyata dari industri atau pasar kerja sehingga kurang memberikan manfaat yang besar
              kepada peserta pelatihan setelah mengikuti program pelatihan.

              Mereka hanya dilatih tanpa memperhatikan dan Hal ini disebabkan masih kurangnya kesadaran
              bahwa proses pelatihan yang efektif sebenarnya bermula dari kebutuhan tenaga kerja yang ada
              saat ini.

              Agar dapat menunjang hasil kegiatan pelatihan dan mencapai target penempatan bagi peserta
              pelatihan maka perlu diimplementasikan TNA bagi LPK atau BLK tersebut agar menghasilkan
              suatu program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja atau industri.
              Untuk itu sangat penting bagi pengelola pelatihan dan instruktur menguasai teknik analisa yang
              baik agar dapat menghasilkan program-program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar
              kerja bukan sekadar memenuhi target aktivitas pelatihan.

              Pengalaman  perjalanan  dimulai  dari  Bandar  Udara  Internasional  Changi  Singapura  sebagai
              tempat transit untuk menuju Bandar Udara Internasional Incheon yang merupakan bandar udara
              terbesar di Korsel. Terlalu takjub dengan kemegahan kedua bandara dan kebiasaan santai di
              negeri kita menimbulkan kecerobohan dalam perjalanan kami.





                                                           457
   453   454   455   456   457   458   459   460   461   462   463